nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Demo Rusuh di DPR, Total 649 Orang Ditangkap Polisi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 15:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 01 337 2111517 pasca-demo-rusuh-di-dpr-total-649-orang-ditangkap-polisi-tKfe2K8pvg.jpg Aksi Demonstrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Berlangsung Ricuh (foto: Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA - Polisi menangkap 649 orang yang diduga terlibat dalam aksi demonstrasi berujung kerusuhan di kawasan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin 30 September 2019 malam.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan 649 orang tersebut diringkus oleh jajaran Polda Metro Jaya dibantu Polres Jakarta Pusat, Polres Jakarta Barat dan Polres Jakarta Utara.

Baca Juga: Viral Grup WA STM Allbase, Polisi Angkat Bicara 

Dari Batu hingga Petasan, Senjata Pendemo saat Serang Petugas

Dedi memerinci, Ditreskrimum menangkap sebanyak 258 orang. Kemudian Ditreskrimsus 40 orang dan Ditresnarkoba sebanyak 82 orang. Total di sana ada 380 orang.

"Jadi jumlah di Polda ada 380 orang," kata Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2019).

Sementara itu, Polres Jakarta Utara menangkap 36 orang, Polres Jakarta Pusat 63 orang, dan Polres Jakarta Barat sebanyak 170 orang. Dengan demikian total demonstran yang ditangkap polisi sebanyak 649 orang.

"Seluruhnya masih dalam proses penyelidikan," ujar Dedi.

Dari Batu hingga Petasan, Senjata Pendemo saat Serang Petugas 

Kendati demikian, Dedi tidak merinci status demonstran yang telah ditangkap. Apakah mereka pelajar, mahasiswa atau ternyata penyusup ke dalam demonstrasi tersebut.

Baca Juga: Pasca-Demo di DPR, Anies: 210 Orang Dibawa ke Rumah Sakit dan 15 Masih Dirawat 

"Jadi perlu saya sampaikan juga, kalau mahasiswa dan pelajar Insya Allah demonya pasti akan damai. Kan ini ketika kita bicara oknum, dan kita sudah menyampaikan berulang kali, kalau demo lebih dari jam 18.00 WIB ke atas, sudah dapat dipastikan sudah menjelma menjadi perusuh," imbuhnya.

Sekadar informasi, kerusuhan kembali pecah pada saat demonstrasi lanjutan menolak rancangan undang-undang (RUU) kontroversial kemarin. Massa dan aparat saling serang di berbagai jalan di dekat kompleks parlemen.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini