Share

Viral Grup WA STM Allbase, Polisi Angkat Bicara

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 01 Oktober 2019 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 01 337 2111490 viral-grup-wa-stm-allbase-polisi-angkat-bicara-boifnGx0p0.jpg Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Netizen dihebohkan dengan tangkapan layar grup WhatsApp "STM ALLBASE" yang memerlihatkan percakapan tentang adanya massa bayaran. Tangkapan layar itu menjadi perbincangan. Bahkan beberapa netizen menduga itu merupakan grup WA rekayasa yang dibuat sendiri oleh polisi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan pihaknya melihat hal itu sebagai propaganda. Polisi, kata dia, sedang memprofiling akun-akun yang menyebarkan tangkapan layar tersebut.

Baca Juga: Polisi Tangkap 519 Orang Pasca-Demo Rusuh di DPR 

Capture WhatsApps (WA) Group STM ALLBASE (foto: Ist)

"Tentunya dari Direktorat Siber Bareskrim sudah memprofiling. Saya juga belum melihat ada narasi yang sifatnya provokatif," kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2019).

Polri mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membuat gaduh di media sosial dan dunia nyata, khususnya mengenai tangkapan layar percakapan grup WA "STM ALLBASE" tersebut. Apalagi disertai narasi bahwa grup itu dibuat sendiri oleh polisi. Jika iti terus dilakukan, maka polisi akan menindaknya secara hukum.

"Mengingatka kepada masyarakat apabila terus mengulangi perbuatan seperti itu dan pada akhirnya membuat suatu kegaduhan baik di media sosial maupun di dunia nyata dan alat buktinya cukup maka siber Bareskrim akan menerapkan UU ITE maupun UU lainnya sesuai fakta hukum penyidik," terang Dedi.

Baca Juga: Pasca-Demo di DPR, Anies: 210 Orang Dibawa ke Rumah Sakit dan 15 Masih Dirawat 

Nomor telepon yang tertera di dalam grup WA disebut milik polisi. Namun, Dedi belum bisa memastikan apakah benar informasi itu. Ia kembali mengingatkan tentang ancaman pidana terhadap informasi hoaks.

"Belum bisa dipastikan kalau itu anggota polisi pun kan belum bisa dipastikan betul anggota atau bukan, dan narasinya saya belum baca, ada unsur perbuatan pidananya nggak, kalau enggak ada perbuatan pidana nanti jajaran multimedia akan membuat literasi digital agar masyarakat betul-betul cerdas dan bijak menggunakan sosmed," ucap Dedi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini