nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Disarankan Bentuk Badan Otorita Pemindahan Ibu Kota

Rizka Diputra, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 07:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 01 337 2111311 pemerintah-disarankan-bentuk-badan-otorita-pemindahan-ibu-kota-ZqPNN9bFb2.JPG Agustin Teras Narang (Foto: Instagram/@teras_narang)

JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Agustin Teras Narang menyarankan kepada pemerintah agar membentuk Badan Otorita Khusus sebelum pemindahan Ibu Kota negara ke provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dilakukan.

Menurutnya, Badan Otonomi Khusus tersebut nantinya dapat bertugas merencanakan, mengurusi dan memastikan pemindahan Ibu Kota tersebut tidak bermasalah di kemudian hari.

Mantan Gubernur Kalimantan Tengah dua periode (2005-2015) itu menjelaskan, keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah memutuskan pemindahan Ibu Kota harus didukung seluruh komponen bangsa.

Baca juga: Pemindahan Ibu Kota Jadi Warisan Penting Jokowi, DPR Siap Berikan Dukungan

"Pemindahan Ibu Kota sudah diputuskan oleh Presiden. Kita harus tunduk pada keputusan Presiden itu," kata Teras Narang dalam keterangannya kepada Okezone, Selasa (1/10/2019).

Ia lantas mencontohkan, Badan Otorita Khusus tersebut nantinya juga diberikan wewenang penuh untuk mengkaji dan memastikan tanah yang akan dipakai sebagai Ibu Kota tidak bermasalah.

"Misalnya, otorita punya tugas mengkaji dan memastikan keadaan di sana benar-benar clear and clean," ungkapnya.

Ilustrasi Ibu Kota

Baca juga: Persiapan Pembangunan Ibu Kota Baru Dimulai 2020

Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim lanjut dia, diharapkan dapat membawa dampak positif bagi seluruh provinsi yang ada di Tanah Borneo. Sehingga, pertumbuhan ekonomi dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat lokal. Ia juga berharap orang asli Kalimantan bisa ditunjuk sebagai Ketua Badan Otorita Khusus sebelum pemindahan Ibu Kota resmi dilakukan.

"Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim harus membuat seluruh provinsi di Kalimantan berkembang. Sebaikanya orang Kalimantan yang menjadi ketuanya, karena mereka  hafal dengan wilayah tersebut. Masak orang Kalimantan tidak diberikan kesempatan dalam pemindahan Ibu Kota tersebut," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini