Share

Dukung Demo Mahasiswa, #PelajarBergerak Gelar Aksi Solidaritas

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 30 September 2019 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 30 337 2111220 dukung-demo-mahasiswa-pelajarbergerak-gelar-aksi-solidaritas-holrKYs7Xl.jpg Aksi solidaritas dilakukan pelajar di Taman Suropati (Foto : Okezone.com/Fahreza)

JAKARTA - Eksponen pelajar lintas organisasi yang tergabung dalam #PelajarBergerak menggelar aksi solidaritas terkait adanya korban dari pelajar dalam gelombang demonstrasi menolak sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang dinilai kontroversial.

Aksi damai #PelajarBergerak ini dilaksanakan di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka membuat pernyataan sikap lalu melanjutkannya dengan pembagian bunga mawar putih.

Organisasi pelajar yang mengikuti aksi damai #PelajarBergerak terdiri dari South JKT Student, Forum OSIS DKI Jakarta, Forum OSIS Nusantara, Student Leadership Forum, dan Pesta Pilih Jurusan Jakarta.

Demo pelajar di taman Suropari (Foto Okezone.com/Fahreza)

President of South JKT Student, Khofifah A Rosyadi, mengatakan tak seharusnya aparat keamanan dan pemerintah bertindak represif atas gelombang protes yang dilakukan pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari demokrasi.

"Kita ke sini karena ada korban jatuhnya teman kami pelajar. Kami merasa seharusnya tidak dengan kekerasan. Kami punya hak, suara kami suara demokrasi juga," kata Khofifah kepada wartawan di lokasi, Senin (30/9/2019).

Baca Juga : Azan Berkumandang, Pelajar : Pak Polisi Sudah Dulu, Maghrib Ini

Baca Juga : Cara Unik Kapolres Karanganyar Redam Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD

Perempuan yang akrab disapa Caca ini menegaskan, pelajar sejatinya cinta kedamaian. Namun demikian suara mereka tidak bisa dibungkam dan dikerdilkan dengan narasi yang tidak etis. Caca menegaskan pelajar memiliki hak suara pula dalam negara demokrasi.

"Kami perhatian dengan demokrasi di negeri ini. Kami tidak mau dibilang anak kecil terus-terusan. Kami harus didengar suaranya, tidak hanya mahasiswa saja," tegasnya.

Mereka menuntut agar pemerintah bertanggung jawab atas adanya korban dalam gelombang demonstrasi beberapa waktu belakangan ini, baik dari kalangan pelajar maupun mahasiswa. #PelajarBergerak juga mendukung tuntutan 'kakak' mahasiswa dan pelajar STM yang lebih dahulu menggelar aksi unjuk rasa.

Para pelajar itu berharap tak ada bentuk kekerasan apapun yang dilakukan aparat kepada massa aksi. Pelajar siap berdiskusi dan menyampaikan aspirasi menurut etika dan norma yang telah ditentukan. "Mari kita saling merangkul, saling menjaga," imbuh Caca.

Sekadar informasi, sejumlah elemen masyarakat yang dimotori mahasiswa kembali berdemo di gedung DPR/MPR dan di sekitar Istana Negara hari ini. Bertajuk #ReformasiDikorupsi, massa menolak sejumlah RUU dan UU kontroversial.

Beleid yang ditolak itu mencakup UU KPK hasil revisi, RUU Pemasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan, RKUHP, RUU Pertambangan Minerba, dan lain sebagainya. Massa juga menuntut pemerintah dan DPR membatalkan pimpinan KPK yang bermasalah.

Kemudian massa juga menolak TNI-Polri menduduki jabatan sipil, menghentikan praktik militerisme di Papua, hentikan kriminalisasi aktivis, menghentikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan mempidanakan pelakunya, serta tuntaskan pelanggaran HAM dan pulihkan hak korban.

Sebelumnya, demonstrasi terkait isu ini juga massif terjadi di beberapa kota di Indonesia. Bahkan beberapa nyawa melayang akibat ditembak oleh oknum yang hingga kini masih misterius.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini