Peran Dosen IPB Menyimpan 28 Bom Molotov untuk Aksi Mujahid 212

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 30 September 2019 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 30 337 2111042 peran-dosen-ipb-menyimpan-28-bom-molotov-untuk-aksi-mujahid-212-eBBDAMgmwG.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo (foto: Okezone)

JAKARTA - Peran dari Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB yang diduga sebagai perancang kerusuhan Aksi Mujahid 212, diungkap oleh Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, bahwa AB berperan sebagai sosok yang menyimpan bom molotov. Dia bukan yang merancang bom.

"Jadi dia menyimpan molotov ya," kata Argo saat dikonfrimasi wartawan, Jakarta, Senin (30/9/2019).

 Baca juga: Keluarga dan Tetangga Tak Menyangka Sony Santoso Akan Bikin Rusuh di Aksi Mujahid 212

Setidaknya ada puluhan bom molotov yang disimpannya. Tapi, tak dirinci dimana bom molotov disimpan. Argo menyebut AB ikut permufakatan dengan lima orang lain yang diciduk. Hendak dilakukan provokasi dalam kegiatan tersebut agar ricuh.

"Dia menyimpan bom molotov 28 untuk mendompleng kegiatan mujahid kemarin untuk melakukan pembakaran dan provokasi di situ," tutur Argo.

 Baca juga: Ditangkap Polisi, Sony Santoso Pernah Jadi Caleg hingga Tugas di Kemenko Polhukam

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Okezone, seluruh rencana tersebut dikomandoi oleh SS (61) yang berprofesi sebagai dosen. SS bertindak sebagai koordinator kelompok untuk membuat kerusuhan dengan bom molotov dan granat nanas. SS juga menentukan target yang akan dilempari bom molotov.

SS kemudian merekrut OS (42) yang bertindak sebagai eksekutor yang akan melempar bensin dan bom molotov. OS juga bertindak sebagai pengantar bahan peledak berupa granat nanas yang diterima dari SS kepada Y yang saat ini masih dalam daftar pencarian orang.

Selain itu, OS juga merekrut AU (43) dan YF (50) untuk membantu OS melakukan eksekusi. AU dan YF juga menerima sejumlah uang dari SS yang diterima melalui OS.

Sementara itu, bom dan molotov yang akan digunakan disiapkan oleh S alias Laode (30). S mengaku membuat bom tersebut dibantu oleh teman-temannya. Selain membuat bom, S juga membuat skenario kerusuhan atas perintah SS serta mempersiapkan massa perusuh untuk mengikuti aksi

Mujahid 212 Selamatkan NKRI. Polisi juga mengamankan AB (44) yang merupakan dosen IPB dan memberikan perintah untuk membuat bahan peledak jenis bom molotov. AB kemudian menyimpan bom molotov tersebut di rumahnya. Polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa 29 bom molotov dari kediaman AB dan juga selongsong amunisi gas air mata dari kediaman S alias Laode.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini