nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sita Dokumen Proyek SPAM Kemen-PUPR Usai Geledah PT Minarta Dutahutama

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 30 September 2019 13:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 30 337 2110994 kpk-sita-dokumen-proyek-spam-kemen-pupr-usai-geledah-pt-minarta-dutahutama-XMSQvK95ac.JPG Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto : Dok Okezone.com)

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ‎di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) tahun 2017-2018.

Sejumlah dokumen tersebut disita setelah tim penyidik menggeledah kantor PT Minarta Dutahutama (PT MD) di Tower Ayodya, Jakarta. Penggeledahan dilakukan pada Jumat, 27 September 2019, malam.

"Hingga Jumat malam kemarin tim sudah lakukan penggeledahan di kantor PT MD di Tower Ayodya, Jakarta. Dari penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen proyek SPAM dan barang bukti elektronik," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil dan Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait proyek SPAM di Kemen-PUPR.

Gedung KPK. (Foto : Dok Okezone.com/Puteranegara Batubara)

Penetapan terhadap keduanya dilakukan setelah KPK mencermati fakta-fakta persidangan terkait perkara ini.

Rizal diduga menerima suap dari Leonardo dengan total nilai 100.000 dolar Singapura pecahan 1.000 dolar Singapura. Uang tersebut diserahkan Leonardo kepada Rizal melalui salah satu pihak keluarga.

Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar. Rizal disinyalir meminta proyek tersebut kepada petinggi SPAM Kemen-PUPR untuk kemudian dikerjakan proyek oleh perusahaan Leonardo.


Baca Juga : Jadi Tersangka Suap, Kekayaan Anggota BPK Rizal Djalil Capai Rp8,3 Miliar

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Rizal‎ disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sedangkan yang diduga sebagai pemberi suap, Leondardo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Baca Juga : Anggota BPK Rizal Djalil Diperiksa KPK Terkait Suap Proyek Kemen-PUPR

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini