Share

62 Lahan Perusahaan yang Terbakar Disegel, Hotspot di Indonesia Menurun

Sarah Hutagaol, Okezone · Minggu 29 September 2019 23:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 29 337 2110806 62-lahan-perusahaan-yang-terbakar-disegel-hotspot-di-indonesia-menurun-dFZ8PrGZGg.jpg Ilustrasi kebakaran hutan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui  Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK telah mengambil langkah tegas dengan melakukan penyegelan terhadap 62 lahan perusahaan yang terbakar.

Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan, langkah itu dilakukan guna menanggapi tuntutan masyarakat agar pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) diberi sanksi hukum tegas.

“Selain upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama ini dilakukan, penegakkan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam karhutla juga terus digencarkan,” ucap Siti Nurbaya, Minggu (29/9/2019).

Baca Juga: BMKG: Musim Kemarau Diprediksi hingga Pertengahan November 

Mengenai hotspot atau titik panas,  Siti menjelaskan, Satelit Modis yang digunakan BMKG yang menjadi standar kondisi cuaca di ASEAN menunjukkan pada 23 September 2019 jumlah hotspot seluruh Indonesia berjumlah 1.374 titik, di mana di Riau terdapat 134 titik, Jambi 324 titik, Sumatera Selatan 337 titik, Kalimantan Barat 20 titik, Kalimantan Tengah 279 titik, dan Kalimantan Selatan 49 titik, serta Kalimantan Timur 11 titik. Kondisi pada tanggal 25 September 2019, Riau dan enam (6) wilayah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan nasional lainnya, semuanya mengalami penurunan. 

 Kebakaran hutan

Siti mengatakan, upaya pemerintah untuk  penurunan hotspot dengan pemadaman darat dan patalel dengan waterbombing yang sudah menjatuhkan air sebanyak 318 juta liter air, diiringi dengan hujan buatan yang menyemai lebih dari 211 ton garam pada titik-titik awan dengan guadance BMKG.

Bila dihitung secara nasional, lanjut Siti, jumlah titik api pada 25 September 2019, sebanyak 554 titik, dengan sebaran di Riau 68 titik, Jambi 15 titik, Sumatera Selatan 13 titik, Kalimantan Barat 9 titik, Kalimantan Tengah 268 titik, Kalimantan Selatan 39 titik, Kalimantan Timur 60 titik. Sedangkan, pada 26 September, satelit modis menangkap kenaikan jumlah titik api, dimana pada pukul 18.55, setelit mencatat ada 915 titik api seluruh Indonesia, dengan Riau tanpa titik api, Jambi 33 titik api, Sumatera Selatan 18 titik api, Kalimantan Barat 59 titik api, Kalimantan Tengah 674 titik api, Kalimantan Selatan 28 titik api, Kalimantan Timur 38 titik api.

Baca Juga: BNPB : Solusi Pemadaman Karhutla Harus Permanen 

Selanjutnya penurunan kembali terjadi pada Jumat 27 September 2019, satelit mencatat ada 223 titik panas di seluruh Indonesia, dimana Riau hanya 9 titik panas, Jambi 96 titik, terdapat 8 titik panas di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat 1 titik, Kalimantan Tengah 1 titik panas, Kalimantan Selatan 1 titik panas, Kalimantan Timur 33 titik panas. 

Kemudian, pasa Sabtu 28 September 2019 pagi, tren penurunan kembali terjadi. Terdapat 136 titik panas di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah rawan karhutla, di Riau terdapat 2 titik, Jambi 17 titik, Sumatera Selatan 3 titik, Kalimantan Barat tidak ditemukan titik panas, Kalimantan Tengah terdapat 4 titik, Kalimantan Selatan 1 titik, dan Kalimantan Timur terdapat 27 titik.

Sementara pantauan Minggu 29 September sebagian wilayah mengalami kenaikan jumlah hotspot, yaitu Jambi 34 titik, Sumsel 50 titik, Kalbar 2 titik, Kalteng 48 titik, dan Kalsel 31 titik. Beberapa daerah rawan karhutla juga ad yang mengalami penurunan hotspot yaitu Riau 1 titik dan Kaltim 14 titik. Sehingga pantauan hotspot seluruh Indonesia per hari Minggu, pukul 08.15 WIB yaitu 263 titik.

Terhadap wilayah yang mengalami kenaikan hotspot, Menteri Siti, sudah meminta perhatian para gubernur, sekaligus agar terus memantau serta memberi arahan untuk Satgas dan tim lapangan. Sementara BPPT, BMKG, BNPB, TNI dan Polri serta kementerian/ lembaga terkait terus melakukan kegiatan sesuai bidang tugasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini