nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hakim Syamsul & Pengacara Syafruddin Bertemu, KPK: Lembaran Baru Kasus BLBI

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 29 September 2019 15:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 29 337 2110709 hakim-syamsul-pengacara-syafruddin-bertemu-kpk-lembaran-baru-kasus-blbi-mkbxMyfKJn.jpg Juru Bicara KPK, Febri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan sanksi etik terhadap hakim yang memutus kasasi perkara korupsi penerbitan SKL BLBI, Syamsul Rakan Chaniago. Sanksi tersebut diberikan karena Syamsul kedapatan bertemu dengan Ahmad Yani selaku pengacara terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah angkat bicara terkait informasi tersebut. Menurutnya, temuan tersebut dapat menjadi lembaran baru terkait kasus korupsi penerbitan SKL BLBI.

"Bisa disebut informasi ini sebagai lembaran baru kasus BLBI. Atau setidaknya memperjelas beberapa kontroversi dan keraguan sebelumnya," kata Febri saat dikonfirmasi, Minggu (29/9/2019).

KPK

Baca Juga: Hakim Kasasi Kasus BLBI Ketahuan Bertemu Pengacara Syafruddin Temenggung, MA Jatuhkan Sanksi

Febri mengaku cukup mengejutkan adanya pertemuan antara hakim agung dengan pengacara terdakwa.‎ Terlebih, kata Febri, untuk kasus korupsi yang merugikan negara cukup besar ini.

"Semoga sanksi tersebut semakin memperjelas persoalan sebelum putusan lepas tersebut diambil di MA,"‎ ucapnya.

Febri menjelaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima putusan kasasi yang melepas Syafruddin Temenggung. Padahal, KPK sudah mengirimkan surat ke MA utk meminta putusan Kasasi kasus BLBI tersebut.

"Padahal putusan itu penting untuk menentukan langkah KPK berikutnya," ucapnya.

Sekadar informasi, tim pemeriksa Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan sanksi terhadap Hakim Syamsul Rakan Chaniago. Syamsul disanksi menjadi hakim non-palu atau tidak boleh memutus perkara selama 6 bulan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Syamsul Rakan Chaniago masih tercantum sebagai pengacara di sebuah lawfirm. Padahal, Syamsul merupakan hakim Adhoc tipikor pada MA.

Selain itu, Syamsul juga terbukti melanggar etik karena berkomunikasi dengan pengacara terdakwa yang kasusnya sedang diproses. Bahkan, Syamsul juga terbukti melakukan pertemuan dengan pengacara Syafruddin.

Pertemuan antara Syamsul dan pengacara Syafruddin terjadi pada 28 Juni 2019. Pertemuan berlangsung selama sekira satu jam pada sore hari. Pertemuan itu dianggap pemeriksa MA melanggar etik.

Jauh sebelum itu, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan upaya hukum kasasi yang diajukan oleh Syafruddin Arsyad Temenggung terkait perkara dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI terhadap obligor BDNI.

Majelis hakim melepas segala tuntutan yang dilayangkan oleh Jaksa penuntut umum pada ‎KPK. Hakim juga meminta agar Syafruddin dibebaskan dari penjara KPK dan memulihkan hak serta martabat mantan Kepala BPPN tersebut.

Vonis kasasi Syafruddin diputus oleh Ketua Majelis Hakim Salman Luthan dan dua anggota majelisnya yakni, Syamsul Rakan Chaniago dan Mohamad Askin. Namun, terdapat dissenting opinion (perbedaan pendapat) dalam putusan tersebut.

Perbedaan pendapat putusan tersebut terjadi antara Ketua Majelis Hakim dengan dua anggotanya. Ketua Majelis Salman sepakat dengan putusan di tingkat banding. Sementara dua anggotanya menyatakan bahwa perbuatan Syafruddin bukan tindak pidana‎.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini