nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AJI Gelar Jalan Mundur Menyikapi Kasus Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 29 September 2019 11:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 29 337 2110640 aji-gelar-jalan-mundur-menyikapi-kasus-dandhy-dwi-laksono-dan-ananda-badudu-7Tpz5RTxGK.jpg AJI Jakarta gelar jalan mundur menyikapi kasus Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hari ini menggelar aksi jalan mundur di kawasan car free day (CFD), kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan dugaan kriminalisasi terhadap jurnalis yang juga aktivis Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu.

Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta Erick Tanjung mengatakan aksi jalan mundur tersebut digelar sebagai bentuk simbolis bahwa demokrasi di Indonesia sedang mengalami kemunduran setelah adanya dugaan kriminalisasi terhadap Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu.

Baca juga: Jokowi Langsung Tinggalkan Wartawan saat Ditanya Penangkapan Dandhy Laksono dan Ananda Badudu 

"Aksi jalan mundur ini menggambarkan mundurnya demokrasi di Indonesia," kata Erik saat dikonfirmasi, Minggu (29/9/2019).

AJI Jakarta jalan mundur kritik kasus Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Ia mengatakan, penangkapan Dandhy dan Ananda diklaim sebagai bentuk kriminalisasi. Menurut AJI Jakarta, kata Erik, penangkapan keduanya dianggap bentuk kesewenang-wenangan pihak kepolisian.

Baca juga: Dandhy Dwi Laksono Terancam Lima Tahun Penjara 

"‎Penangkapan terhadap Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu adalah kriminalisasi terhadap jurnalis dan aktivis. Tindakan sewenang-wenang polisi itu merupakan bentuk mundurnya demokrasi yang terjadi di republik ini," ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, jurnalis Watcdoc, Dandhy Dwi Laksono; dan aktivis penggalang dana untuk ‎aksi demonstrasi mahasiswa, Ananda Badudu; ditangkap petugas kepolisian di waktu yang berdekatan.

Dandhy ditangkap pada Kamis 26 September 2019 malam. Ia diamankan terkait unggahannya di media sosial Twitter mengenai kasus Papua. Dandhy dituduh menyebarkan kebencian berdasarkan SARA terkait Papua.

Seda‎ngkan Ananda ditangkap di kediamannya, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat 27 September 2019 dini hari. Penangkapan ini disinyalir terkait dana yang dihimpun Ananda melalui medsos, kemudian disalurkan untuk aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung DPR/MPR.

Baca juga: Dhandy Dwi Laksono Bicara Kasusnya Terkait Papua 

AJI Jakarta jalan mundur kritik kasus Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini