Setahun Gempa-Tsunami Sulteng, Apa Kabar Para Penyintas?

Minggu 29 September 2019 02:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 29 337 2110568 setahun-gempa-tsunami-sulteng-apa-kabar-para-penyintas-enWAfLXYuk.jpg Para ibu masih mencari keberadaan anak mereka yang hilang di Desa Jono Oge (Foto: BBC News Indonesia)

Yunus melupakan kenangan pahit dengan berkebun. Likuefaksi yang terjadi di Desa Jono Oge telah mengubah hidup Yunus, penyandang tunanetra yang selamat dalam bencana itu.

Tahun lalu, ketika BBC News Indonesia bertemu Yunus, dia sedang duduk termenung di lokasi pengungsian, tidak jauh dari Desa Jono Oge. Yunus kala itu dalam keadaan terguncang dan sekujur tubuhnya penuh luka. Istri dan anak buahnya meninggal dunia.

Keadaan mulai berubah setelah setahun berlalu. Saat menjumpai Yunus kembali, dia berada di hunian sementara (huntara) di Dolo, Sigi. Dia duduk di depan rumahnya dan sedang berbincang dengan para tetangga.

Setelah sejenak bercakap-cakap, dia mengajak ke kebunnya, sekitar 5 kilometer dari tempat ia bermukim. "Ke kebun untuk hilangkan ingatan (pahit) dan rasa sedih," kata Yunus.

Dia menceritakan bahwa dua bulan setelah bencana, dia sudah mulai membuka kebunnya. Dia merasakan bahwa rerumputan semakin tinggi karena ditinggal terlalu lama.

Maka setelah 'baparang' atau memotong rumput, Yunus menanami lahannya dengan bibit jagung. "Sudah panen sekali, dapat Rp 2 juta," tambahnya.

Yunus menjelaskan bahwa deret pohon jagung di kebunnya siap dipanen satu bulan lagi. Ini adalah panen kedua pada 2019.

Kebun jagungnya itulah tumpuan hidupnya. "Bantuan terus berkurang, maka itu lebih baik berkebun, untuk beli isi dapur dan sekolah anak," ungkap Yunus.

Anak pertama dan keduanya ternyata selamat dari likuefaksi. Mereka yang kini jadi kekuatan bagi Yunus untuk menjalani hidup.

Yunus menceritakan, jenazah istri dan anak bungsunya ditemukan 45 hari setelah bencana terjadi. Selama 45 hari itu pula Yunus masih berpikir dapat bertemu mereka dalam keadaan hidup.

"Tetapi ketika jenazah ditemukan, sudah tidak berpikir macam-macam lagi," tambahnya.

Keadaan ini pun diterima Yunus dengan ikhlas. "Kehidupan saya sekarang sudah baik, tenang, tinggal berpikir bagaimana mencari makan."

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini