Setahun Gempa-Tsunami Sulteng, Apa Kabar Para Penyintas?

Minggu 29 September 2019 02:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 29 337 2110568 setahun-gempa-tsunami-sulteng-apa-kabar-para-penyintas-enWAfLXYuk.jpg Para ibu masih mencari keberadaan anak mereka yang hilang di Desa Jono Oge (Foto: BBC News Indonesia)

Keyakinan Micha dalam menemukan anaknya juga dirasakan Connie Lumentu. Anak Connie, Friardini, turut hilang bersama Windy saat gempa dan likuefaksi melanda Desa Jono Oge.

Connie yakin sekali Friardini masih hidup. Dia mendasarkan keyakinannya pada keterangan dua saksi dari Desa Langaleso, desa yang bersebelahan dengan area likuefaksi di Desa Jono Oge.

Kedua saksi itu, menurut Connie, menyatakan pernah melihat anaknya, bahkan memberikan makanan.

"Saya tunjukkan foto anak saya, dan saksi itu yakin apa yang dia lihat dengan foto yang saya tunjukkan itu cocok," kata Connie.

Pencarian selama 12 bulan berdampak pada kondisi kesehatan dan mental para orangtua yang anaknya hilang di Desa Jono Oge. Seska Sumilat, orangtua dari Gabriella, sempat mengalami koma akibat kadar gula darahnya terlalu tinggi pada awal tahun 2019 ini.

Tahun lalu, saat BBC News Indonesia menemuinya, Seska sempat berkata sembari berlinang air mata: "Saya manusia biasa, bukan malaikat yang kuat, saya cari di mana? Saya tidak tahu."

Ketika BBC News Indonesia menjumpai Micha, Connie, dan orang tua lainnya dalam pertemuan rutin, Seska tidak bisa hadir. "Saya memilih tidak hadir, untuk menguatkan hati saya," kata Seska melalui telepon.

"Saya meyakinkan diri bahwa Gabriella sudah aman di suatu tempat, jika dia masih hidup dan kembali, saya juga sangat bersyukur," tambahnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini