nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Polisi saat Liput Demo, IJTI Desak Reformasi Polri

Fetra Hariandja, Jurnalis · Sabtu 28 September 2019 10:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 28 337 2110393 banyak-jurnalis-jadi-korban-kekerasan-polisi-saat-liput-demo-ijti-desak-reformasi-polri-hJWrjWayW9.jpg Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana (Okezone.com/M Rizky)

JAKARTA - Kasus kekerasan yang menimpa sejumlah jurnalis baik di Jakarta maupun di daerah saat meliput unjuk rasa mahasiswa menolak RKUHP pada 24-25 September 2019 merupakan alarm nyata bagi keberlangsungan kebebasan pers di Tanah Air.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengacam aksi kekerasan terhadap jurnalis.

“Mengecam keras sejumlah oknum aparat kepolisian yang melakukan kekerasan pada jurnalis yang tengah melakukan peliputan unjuk rasa menolak RKUHP,” kata Yadi Hendriana, Ketua Umum IJTI, Sabtu (28/9/2019).

IJTI mencatat ada 10 kasus kekerasan yang menimpa jurnalis saat meliput unjuk rasa menolak RKUHP dan rancangan undang-undang (RUU) lainnya selama satu pekan ini.

Dari jumlah tersebut enam kasus kekerasan terjadi di Ibu Kota dan selebihnya terjadi di daerah. Dari 10 korban kekerasan, 4 diantaranya merupakan jurnalis televisi yakni, Febrian Ahmad, reporter MetroTV kendaraan liputannya dirusak oleh massa.

 demo

Polisi mengawal demo di depan DPR (Okezone.com/Heru)

Rian Saputra kameraman TVRI Sulawesi Tengah, kameranya dirampas dan gambar dihapus oleh oknum polisi saat meliput aksi demonstrasi mahasiswa di Jalan Raden Saleh yang tidak jauh dari Gedung DPRD Sulawesi Tengah. Vany Fitria dan Harfin Naqsyabandi, Reporter Narasi TV, juga mengalami kekerasan oleh oknum polisi saat meliput aksi unjuk rasa tolak RKUHP di Jakarta.

Sebagian besar pelaku kekerasan terhadap jurnalis saat meliput aksi menolak RKUHP dilakukan oleh polisi. Sedangkan satu kasus dilakukan oleh massa aksi.

Banyak jurnalis yang mendapat kekerasan saat meliput aksi menolak RKUHP yang pelakunya didominasi oleh aparat kepolisian menunjukan ada persoalan serius di tubuh Polri tertutama terkait penanganan dan perlindungan bagi para jurnalis.

Baca juga: Polisi Didesak Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis saat Meliput Demo di DPR

Mengingat Polri dan Dewan Pers telah memiliki MoU terkait penanganan dan perlindungan bagi para jurnalis.

 Polisi

Oleh karena itu IJTI mempertanyakan komitmen Polri dalam menjalankan nota kesepakatan menyangkut perlindungan jurnalis yang sudah dibuat dengan Dewan Pers. Mengingat dalam praktiknya masih banyak anggota Polri di level bawah yang tidak memahami tugas-tugas jurnalis yang dilindungi dan dijamin oleh undang-undang.

Baca juga: Motor Reporter Okezone Dibakar Massa saat Liput Demo di DPR

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta.

Pers berfungsi sebagai kontrol sosial dan penyampai aspirasi publik. Itulah mengapa pers menjadi salah satu pilar demokrasi. Tanpa kebebasan pers dan berekspresi maka demokrasi di tanah air tidak akan berjalan dengan baik.

Padahal kebebasan pers dan demokrasi yang tengah tumbuh dan berkembang menjadi satu-satunya kebanggan bagi bangsa ini.

Menyikapi maraknya kekerasan yang menimpa sejumlah jurnalis saat meliput unjuk rasa menolak RKUHP, IJTI mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis yang melibatkan anggotanya dan massa aksi

“Meminta Kapolri mengevaluasi pelaksanaan MoU Polri dengan Dewan Pers terkait perlindungan jurnalis. IJTI mendesak adanya reformasi di Polri terutama yang menyangkut penanganan dan perlindungan jurnalis,” ujar Yadi.

IJTI mendorong jurnalis yang menjadi korban untuk memproses kasus kekerasan secara hukum.

“Mengimbau seluruh jurnalis Televisi terus menjaga kode etik jurnalistik dan profisionalitas dalam menjalankan tugasnya. Meminta agar para jurnalis selalu mengutamakan aspek keselamatan saat menjalankan tugasnya.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini