nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 28 September: Bendera Thailand Diresmikan hingga Tragedi Tsunami Palu

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 28 September 2019 08:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 28 337 2110368 peristiwa-28-september-bendera-thailand-diresmikan-hingga-tragedi-tsunami-palu-mJxE0jM4GU.JPG Situasi pasca-gempa dan tsunami di Donggala (Foto: Okezone)

JAKARTA - Beragam peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada tanggal 28 September. Seperti diresmikannya bendera Thailand hingga gempa berkekuatan besar mencapai 7,4 yang mengguncang wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Guna mengingat serta menambah wawasan sejarah, Okezone telah merangkum sejumlah peristiwa penting dan bersejarah yang berlangsung, sebagaimana dikutip dari situs Wikipedia.org:

1917 - Bendera Thailand Diresmikan

Bendera Thailand yang bermakna, "bendera tiga warna". Bendera ini menunjukkan lima jalur yang mendatar dengan warna merah, putih, biru, putih dan merah, dengan ukuran jalur biru yang ada di tengah dua kali lebih besar dari jalur-jalur yang lain.

Warna merah-putih-biru secara berurutan melambangkan "negara-agama-raja", semboyan tidak resmi negara Thai. Bendera ini diresmikan pada 28 September 1917.

1947 - Hari Kelahiran Luhut Binsar Panjaitan

Luhut Binsar Pandjaitan lahir di Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatra Utara pada 28 September 1947. Saat ini ia adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia.

1997 - Grand Prix Sepeda Motor Indonesia 1997 Dielar di Sirkuit Sentul

Grand Prix Sepeda Motor Indonesia 1997 adalah seri ke-14 dari Grand Prix Sepeda Motor musim 1997. Dilaksanakan pada tanggal 28 September 1997 di Sirkuit Sentul.

Saat itu beberapa pembalap dengan nama besar pun turun bertarung di Sirkuit Sentul. Seperti Mick Doohan hingga Sete Gibernau.

1999 - Tragedi Lampung

Tragedi Lampung 28 September 1999, berawal ketika mahasiswa dari Universitas Lampung berjalan menuju Universitas Bandar Lampung untuk bergabung dengan rekan-rekan mereka melakukan aksi menentang RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) serta unjuk rasa solidaritas bagi rekan mereka yang meninggal di Semanggi Jakarta empat hari sebelumnya.

Setelah bergabung, mereka melakukan unjuk rasa dan berjalan menuju Makorem 043/Garuda Hitam. Akan tetapi, ketika melewati markas Koramil Kedaton dekat Universitas Bandar Lampung, mahasiswa dengan segera demi menurunkannya menjadi setengah tiang demi penghormatan bagi mahasiswa yang beberapa hari lalu telah tewas tertembak.

2018 - Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah

Pada 28 September 2018 gempa bermagnitudo 7,4 yang kemudian disusul dengan gelombang tsunami melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Berdasarkan data BNPB bahwa korban meninggal mencapai 2.045 orang, didapati paling banyak ada di Palu sebesar 1.636 orang dan disusul Sigi kemudian Parigi. Sementara itu, korban yang mengungsi sebanyak 82.775 orang, dan 8.731 orang pengungsi berad di luar Sulawesi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini