Klarifikasi Zulkifli Hasan Terkait Polemik Baca Doa di Paripurna

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 28 September 2019 00:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 28 337 2110326 klarifikasi-zulkifli-hasan-terkait-polemik-baca-doa-di-paripurna-MdKPPeqota.jpg Ketua MPR Zulkifli Hasan

JAKARTA - Ketua MPR Zulkifli Hasan memberikan klarifikasi terkait polemik pembacaan doa dalam sidang paripurna akhir massa jabatan periode 2019-2024.

Pria yang karib disapa Zulhas ini mengakui bila memang Fraksi Gerindra memang mengajukan Anggota MPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai pemandu doa. Tetapi berdasarkan rapat pimpinan diputuskan Hidayat Nur Wahid lah yang akan membaca doa.

"Rapat Pimpinan MPR tanggal 27 September 2019 membahas hal itu dan kemudian memutuskan bahwa yang akan memimpin doa dalam Sidang Paripurna adalah Bapak Hidayat Nurwahid, Wakil Ketua MPR RI," ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, Jumat (27/9/2019).

Rahayu Saraswati

Zulhas mengatakan, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani tidak sependapat bila Hidayat memimpin doa meskipun berdasarkan hasil keputusan rapat pimpinan.

"Setelah melalui pembahasan yang melibatkan semua pimpinan MPR maka Pimpinan MPR memutuskan doa langsung dipimpin oleh Ketua MPR selaku Pimpinan Rapat Paripurna," terangnya.

Karena itu, dalam pembacaan doa dalam sidang paripurna akhir massa jabatan periode 2019-2024 dipimpin langsung oleh dirinya.

"Demikian penjelasan kami. Semoga semua pihak dapat membicarakan ini secara lebih proporsional, dengan kepala dingin dan tidak melepaskan diri dari konteks yang kami uraikan di atas," tanda Zulhas.

Baca Juga : Batal Baca Doa di Paripurna MPR, Keponakan Prabowo Walkout

Diketahui sebelumnya menutup agenda sidang paripurna, Ketua MPR Zulkifli Hasan langsung membacakan sendiri doa penutupan dengan alasan untuk mempersingkat waktu. Padahal, Anggota MPR dari Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo telah didapuk menjadi pembaca doa.

Saras pun marah dan kecewa atas hal ini. Ia dan beberapa anggota Fraksi Gerindra lainnya walkout dari sidang paripurna akhir tersebut.

"Rasa kecewa, sedih, marah bercampur aduk," kata Saras kepada wartawan.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini