nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Langsung Tinggalkan Wartawan saat Ditanya Penangkapan Dandhy Laksono dan Ananda Badudu

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 18:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 27 337 2110204 jokowi-langsung-tinggalkan-wartawan-saat-ditanya-penangkapan-dandhy-laksono-dan-ananda-badudu-EBBh3LxRgf.jpg Presiden Jokowi (Okezone.com/Fakhrizal)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mau berkomentar terkait penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu. Saat ditanya soal penangkapan kedua jurnalis, Jokowi langsung berbalik badan dan meninggalkan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Pada awalnya Kepala Negara bicara mengenai dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Randy dan M Yusuf Kardawi yang meninggal dunia saat berunjuk rasa di DPRD Sulawesi Utara. Keduanya jadi korban saat polisi memukul massa.

Jokowi mengakui kalau korban meninggal karena ditembak dan ia pun menyampaikan duka cita. Dia memerintahkan Kapolri mengevaluasi jajarannya dalam menangani unjuk rasa rakyat. Jokowi meminta polisi jangan respresif menghadapi masyarakat yang menyampaikan aspirasinya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya 23 korban jiwa dalam gempa di Ambon, Maluku.

 Dandhy Laksono

Dandhy Dwi Laksono (Instagram)

Lalu, wartawan pun menanyakan soal penangkapan Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu oleh aparat Polda Metro Jaya. Keduanya memang tak ditahan, tapi Dandhy Laksono dijadikan tersangka karena cuitannya soal Papua di media sosial dinilai oleh polisi mengandung unsur kebencian.

Baca juga: Amnesty International Minta Polisi Hentikan Kasus Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu

Dandhy Laksono selama ini dikenal sebagai jurnalis yang kritis. Ia kerap mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat melalui karya-karyanya. Film garapannya berjudul ‘Sexy Killer’ juga sempat “memerahkan” kuping penguasa dan penjahat lingkungan.

Baca juga: Dandhy Laksono Harusnya Dipanggil Secara Patut, bukan Ditangkap Malam-Malam

Ketika wartawan menanyakan terkait penangkapan Dandhy Dwi Laksono Cs, Jokowi tak mau menjawab. Ia langsung berbalik badan dan meminta Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang berdiri di belakangnya menjawab pertanyaan wartawan.

Setelah itu Jokowi langsung meninggalkan wartawan dan masuk ke Istana.

Pratikno juga tak mau berbicara banyak mewakili sikap pemerintah atas penangkapan Dandhy Dwi Laksono yang dikritisi oleh berbagai kalangan bahwan warganet menyuarakan gerakan #BebaskanDandhy di media sosial.

Pratikno hanya berkata “ya saya akan komunikasikan dengan pak Kapolri. Makasih ya.”

Sebagaimana diketahui, Dandhy Dwi Laksono yang juga pendiri Watchdoc ditangkap polisi di kediamannya di kawasan Pondok Gede, Bekasi, pada Kamis 26 September 2019 malam.

"Saya terkejut tiba-tiba petugas ke rumah dan menunjukkan materi yang saya twit, kemudian konfirmasi apakah itu twit saya, saya jawab betul terkait Papua peristiwa tanggal 23 (September) kemarin," ucap Dandhy di Mapolda Metro Jaya.

Setelah Dandhy Dwi Laksono, polisi menangkap Ananda Badudu.

"Saya dijemput Polda karena mentrasnfer sejumlah dana pada mahasiswa," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini