BNPB Ralat Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa Ambon Jadi 19 Orang

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Jum'at 27 September 2019 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 27 337 2110190 bnpb-ralat-jumlah-korban-meninggal-akibat-gempa-ambon-jadi-19-orang-X36jq2im7A.jpg Bangunan rusak terdampak gempa di Ambon. (Foto : Dok BNPB)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meralat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Kota Ambon, Maluku, menjadi 19 orang. Sebelumnya, BNPB melaporkan 23 orang tewas akibat gempa magnitudo 6,5 tersebut pada 26 September 2019.

"BPBD Provinsi Maluku menginformasikan jumlah korban meninggal dunia yang telah dilakukan pengecekan ulang per hari ini (27/9), pukul 10.01 WIT. Data mutakhir korban meninggal dunia akibat gempa M 6,5 pada 26 September 2019 berjumlah 19 orang," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, dalam keterangannya, Jumat (27/9/2019).

Ia menjelaskan, korban meninggal tertinggi teridentifikasi berada di Kabupaten Maluku Tengah sejumlah 10 orang, di Kota Ambon berjumlah 7 orang dan Seram Bagian Barat 2 orang.

"Sebelumnya BNPB menginformasikan jumlah korban meninggal sebanyak 23 orang. Kesalahan terjadi saat identifikasi nama korban yang sebetulnya merujuk pada korban meninggal yang sama," ucapnya.

Bangunan rusak akibat gempa Ambon. (Foto : Dok BNPB)

Ia mengatakan, gempa yang terjadi di kedalaman 10 km ini juga menimbulkan korban luka sebanyak 126 orang, dengan rincian Kabupaten Maluku Tengah 108 orang, Seram Bagian Barat 13, dan Kota Ambon 5. Para korban luka-luka telah mendapatkan perawatan medis pascakejadian.


Baca Juga : Viral Akan Ada Gempa Besar dan Tsunami di Ambon, BMKG: Hoaks!

Sehubungan dengan kondisi pascagempa, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarluaskan melalui kanal informasi yang resmi.

“BMKG telah menyatakan bahwa isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua adalah tidak benar atau berita bohong (hoax), karena hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat, dan akurat kapan, dimana dan berapa kekuatannya,” katanya.


Baca Juga : BMKG Mencatat Terjadi 239 Gempa Susulan di Ambon

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini