nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Mahasiswa Meninggal saat Demo, Polri Bilang Tak Pakai Peluru Tangani Massa

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 15:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 27 337 2110107 2-mahasiswa-meninggal-saat-demo-polri-bilang-tak-pakai-peluru-tangani-massa-NLMZwO6Nfx.jpg Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal (Okezone.com/Dede)

JAKARTA – Dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari meninggal dunia dalam unjuk rasa di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis 26 September kemarin. Polri menyatakan pihaknya tidak menggunakan peluru tajam dan karet dalam menangani demonstrasi massa menolak pengesahan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang terjadi di sejumlah daerah.

"Dalam rangka penyampaian pendapat di muka umum beberapa hari ini bapak Kapolri dengan tegas menyampaikan tidak ada yang menggunakan peluru tajam dan peluru karet," kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

Baca juga: 2 Mahasiswa Gugur saat Demo, Jokowi Berduka

Dua mahasiswa UHO yang meninggal tersebut adalah M Yusuf Kardawi (19) dari Fakultas Teknik dan Randy (21). Keduanya merenggang nyawa usai bentrokan antara massa mahasiswa dengan aparat kepolisian yang mengawal aksi di Gedung DPRD Sultra.

 Ilustrasi

Randy meninggal dunia diduga tertembak peluru di bagian dada. Foto jasad mahasiwa Fakultas Perikanan itu yang terbaring dengan luka tembak di dada sempat viral di media sosial.

Iqbal mengatakan Polri menyelidiki kasus meninggalnya mahasiswa dalam kerusuhan di DPRD Sulawesi Tenggara dengan meminta keterangan saksi-saksi. Polisi juga akan mengautopsi jasad korban.

Baca juga: Motornya Dibakar saat Liput Demo, Wartawan Okezone Resmi Lapor Polisi

"Saya tahu laporan dari Kabid Humas (Polda) Sultra diduga memang ada adik mahasiswa yang meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan beberapa saksi di lokasi bahwa yang bersangkutan diduga ditemukan 500 meter dari lokasi demo," tutur Iqbal.

Menurut Iqbal, dalam menangani demonstrasi polisi tanpa dibekali peluru tajam, hanya disediakan water canon dan gas air mata. Kedua alat itupun digunakan ketika memang keadaan sudah di luar kendali.

"Hanya dilengkapi dengan water canon dan gas air mata itu pun atas eskalasi yang meningkat dan sudah anarkis dan merusak. Untuk itu dugaan yang meninggal dunia tadi diduga penyebabnya luka tembak kami belum tahu secara pasti," tutup Iqbal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini