nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Kasatreskrim Wonogiri Jadi Korban Pengeroyokan hingga Koma, Begini Curhat Istrinya

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 12:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 27 337 2109993 mantan-kasatreskrim-wonogiri-jadi-korban-pengeroyokan-hingga-koma-begini-curhat-istrinya-u5s3x9TN1K.jpg Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri, Kompol Aditia Mulya dipulangkan usai menjalani perawatan di RS di Singapura. (Foto : Taufik Budi)

JAKARTA – Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri, Kompol Aditya Mulya Ramdhani, masih terbaring lemah usai menjadi korban pengeroyokan pada Mei 2019. Kini dia telah dibawa ke rumahnya di Semarang, Jawa Tengah, setelah menjalani perawatan di RS Singapura, karena kondisinya sempat koma pascapengeroyokan tersebut.

Dewi Setyowati (39), istri Kompol Aditya Mulya, bercerita ketiga anaknya yang masih duduk di sekolah dasar (SD) sering bertanya kapan ayah mereka dapat mengajak bermain dan berenang seperti sedia kala.

"Anak-anak suka tanya, 'Kapan yah Papi sembuh? Ingin berenang lagi, pingin main sama Papi'," cerita Dewi saat dihubungi, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani. (foto: Solopos)

Dewi mengatakan, anak bungsunya pun terkadang tampak marah melihat kondisi ayahnya. "Yang paling kecil suka bilang, "Aku ingin balas coba tuh yang mukul Papih itu. Mau aku balas, mau aku tendang.' Karena masih kecil ya. saya bilang tidak boleh," ujar Dewi.

Dewi bersyukur, setelah berbulan-bulan Aditia dirawat di Singapore General Hospital (SGH), kondisi suaminya membaik. Dewi menuturkan saat ini Aditia sudah bisa merespon saat diajak berinteraksi.

"Alhamdulillah sudah semakin membaik, semakin stabil, sudah sering merespons. Karena waktu di Singapura tuh respons kadang-kadang saja. Kalau di sini, responsnya sudah lebih baik. Karena mungkin karena ada anak-anak juga, kan dengan suara anak, ibunya Mas Adit juga lagi di sini," ujar Dewi.

Dewi mengaku dirinya sering mengajak ketiga anaknya salat berjamaah. Semakin hari pun, lanjut Dewi, ketiga anaknya menerima kondisi Aditia.

"Kalau sama anak-anak lebih jadi lebih sering salat berjamaah, salatnya bareng-bareng. Tapi anak-anak sekarang tidak apa-apa, itu sudah risiko pekerjaan bapaknya," ucap Dewi.

Mantan Kasatreskrim Wonogiri, Kompol Aditya Mulya Ramdhani, saat hendak dibawa pulang dari perawatan di Singapura. (Foto : Taufik Budi)

Dewi mengaku dirinya miris melihat kejadian-kejadian yang menimpa aparat kepolisian belakangan ini. "Yang terakhir kesiram bensin itu, ya Allah, polisi seperti sudah tidak dihargai lagi," tutur Dewi.

Aditya menjadi korban pengeroyokan saat melerai tawuran dua kelompok silat di Wonogiri, Jawa Tengah. Saat kejadian, 8 Mei 2019, Aditia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Wonogiri.


Baca Juga : Pulang Setelah Dirawat di Singapura, Kompol Aditya Masih Belum Siuman

Akibat peristiwa itu, Kompol Aditya menderita cedera di bagian tengkorak kepalanya karena dipukuli dengan batu konblok.


Baca Juga : Detik-Detik Pengeroyokan Kasatreskrim Polres Wonogiri hingga Koma

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini