nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cita-Cita Bharada Hadi Utomo yang Gugur Kecelakaan Pesawat Twin Otter di Papua

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 09:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 27 337 2109954 cita-cita-bharada-hadi-utomo-yang-gugur-kecelakaan-pesawat-twin-otter-di-papua-GfW9qxNOtV.jpg Puing pesawat Twin Otter ditemukan di pegunungan Papua. (Foto: Ist)

JAKARTA – Bhayangkara Muda (Bharada) Hadi Utomo menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat perintis jenis Twin Otter DHC 6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC dari Timika, Kabupaten Mimika, tujuan Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Bharada Hadi Utomo tercatat sebagai anggota Brimob Kompi Batalion D Resimen II dari Satuan Pelopor di Jakarta. Ia berasal dari Dusun Rendole, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Baca juga: Pesawat Twin Otter Hilang Kontak dalam Penerbangan di Papua 

Sang kakak Sunarto mengungkapkan cita-cita Bharada Hadi Utomo semasa hidup. Ia mengatakan, Bharada Hadi menjadi polisi karena ingin berbakti kepada bangsa Indonesia.

"Saya dari pihak keluarga Bharada Hadi Utomo ingin menyampaikan cita-cita di waktu jadi polisi yaitu ingin berbakti bagi negara Indonesia tercinta," kata Sunarto, Jumat (27/9/2019).

Kedua, lanjut dia, Bharada Hadi ingin sekolah lebih tinggi. Saat ini Bharada Hadi sedang menjalani kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bogor dengan mengambil fakultas hukum.

Baca juga: Dua Jenazah Korban Pesawat Twin Otter PK-CDC Berhasil Diidentifikasi 

Sewaktu ditugaskan ke Papua, ungkap Sunarto, Bharada Hadi selalu mengabarkan ke pihak keluarga. Walaupun berat melepas kepergian Bharada Hadi dinas di Bumi Cenderawasih, keluarga ikhlas lantaran berjuang demi cita-citanya.

"Ini tugas negara, walaupun hati dan perasaan berat, merasa kehilangan, tapi demi cita-cita ingin berbakti kepada nusa dan bangsa," ucap dia.

Lebih lanjut, Sunarto menyampaikan pesan Bharada Hadi yang ingin Indonesia aman dan tidak ada konflik. Tak lupa, dia menyampaikan terima kasih ke Polri atas segala bantuannya hingga proses pemakaman.

"Almarhum ingin jangan sampai ada konflik di mana-mana agar Indonesia damai, rukun, dan sejahtera," ujar Sunarto.

Baca juga: Besok Black Box Twin Otter PK-CDC Dievakuasi 

Sebagaimana diberitakan, pesawat perintis jenis Twin Otter DHC 6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC dari Timika, Kabupaten Mimika, tujuan Ilaga, Kabupaten Puncak, hilang kontak pada Rabu 18 September 2019 sekira pukul 11.00 WIT.

Pesawat milik PT Carpediem Aviasi Mandiri itu bertolak dari Bandara Mozes Kilangin Timika pada pukul 10.31 WIT. Seharusnya pesawat sudah mendarat di Bandara Ilaga, Puncak, pada pukul 11.09 WIT.

Baca juga: Kondisi Jenazah Korban Pesawat Twin Otter Tidak Utuh 

Pesawat yang dipiloti Dasep Sobirin, Kopilot Yudra Tetuko, dan mekanik Ujang Suhendra ini mengangkut 1.600 kilogram beras milik Perum Bulog dan membawa seorang anggota Brimob bernama Bharada Hadi Utomo yang bertugas di Ilaga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini