nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Meninggal Dunia Pasca-Gempa 6,8 di Maluku Bertambah Jadi 23 Orang

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 08:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 27 337 2109939 korban-meninggal-dunia-pasca-gempa-6-8-di-maluku-bertambah-jadi-23-orang-uagIAl0FAK.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat guncangan gempa yang terjadi di Maluku hingga Kamis 26 September 2019 sekira pukul 21.53 WIT mencapai 23 orang. Sebanyak 14 orang tewas di Kabupaten Maluku Tengah.

"Korban meninggal juga terjadi di Kota Ambon, sebanyak 6 orang, dan Kabupaten Seram Bagian Barat 3 orang," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (28/9/2019).

Ia menuturkan, dilaporkan bahwa lebih dari 100 orang menderita luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan akibat guncangan gempa bumi.

"Lebih dari 100 orang mengalami luka di Desa Liang. Di Kota Ambon, 5 orang luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Sedangkan Kabupaten Seram Bagian Barat, 1 orang luka di Desa Waisama," ujarnya.

Ia menambahkan, sekitar 15.000 warga masih mengungsi. Hal itu dikarenakan rumah mereka yang rusak dan mengantisipasi gempa susulan yang membahayakan bangunan tempat tinggal.

"Kerusakan rumah di wilayah terdampak mencapai 171 unit, dengan rincian 59 rusak berat, 45 rusak sedang dan 67 rusak ringan. Fasilitas pendidikan rusak sebanyak 5 unit antara lain beberapa bangunan di Universitas Pattimura dan Kampus IAIN," ucap Agus.

Bangunan Rusak Akibat Gempa

Berdasarkan situasi lapangan, kata dia, ada beberapa kebutuhan berupa makan dan non-makanan mendesak diperlukan selama penanganan darurat. Salah satunya, yaitu terpal sebanyak 30.000 lembar, tenda keluarga 20 buah, popok balita, pembalut perempuan, selimut 20.000 lembar, matras 5.000 lembar, tikar 10.000 lembar, alat penerang 20.000 buah dan tandom air beserta MCK.

"Sedangkan kebutuhan makan, para penyintas membutuhkan makanan bayi sebanyak 120 paket, makanan dan minuman 20.000 paket, obat-obatan, air mineral, dan makanan siap saji. Di samping itu, pendekatan trauma healing diperlukan bagi anak-anak dan remaja," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini