BNPB : Solusi Pemadaman Karhutla Harus Permanen

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 27 September 2019 02:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 27 337 2109877 bnpb-solusi-pemadaman-karhutla-harus-permanen-B5aVTLYJwr.jpg Ilustrasi Kebakaran Hutan

JAKARTA - Kepala BNPB Doni Monardo menyebutkan selama 2019 sudah 328.724 hektare lahan amblas karena karhutla atau kebakaran hutan dan lahan. Sekitar 27 persennya atau 86.563 hektare adalah lahan gambut.

"Solusi untuk meadamkan karhutla (kebakan hutan dan lahan) harus permanen. Juga membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. tak ada yang mampu mengatasinya sendirian," ujar Doni di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Dia menjelaskan, untuk Sumatera Selatan hingga saat ini sudah tercatat 60.123 hektare luas lahan menjadi korban karhutla. Meski demikian, ia optimistis jumlah titik api dan kebakaran akan berkurang seiring dengan mulai turun hujan di beberapa daerah rawan Karhutla.

"Hujannya sudah turun di Jambi dan menyebar luas hingga ke Sumsel ini. Berdasarkan data BNPB, hujan terjadi di 10 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, 11 kabupaten di Riau, 6 kabupaten di Kalimantan Selatan, 1 kota di Kalimantan Tengah, 7 kabupaten di Jambi, 11 kabupaten di Kalimantan Barat," paparnya.

Ilustrasi kebakaran hutan

Hujan yang terjadi dalam beberapa hari ini tidak lepas dari peran teknik modifikasi cuaca (TMC) oleh Mabes TNI dengan 4 armada, yakni 1 hercules, 1 unit CN 295 dan 2 unit Casa 212.

Kemarin, Rabu 25 September 2019 siang hingga sore, Kota Palembang dan sebagian kota-kota lainnya di Sumatera Selatan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Tidak hanya hujan akan tetapi pada daerah tertentu, disertai dengan angin kencang dan petir.

Sebelumnya beberapa daerah yang kering tanpa hujan lebih dari 60 hari, di antaranya di Jambi dan sekitarnya. Akibat karhutla di Jambi asapnya menyebar hingga masuk ke wilayah Riau.

Doni menerangkan, asap berkumpul menyeberang ke Selat Malaka dan mungkin ke negara tetangga. BNPB juga memadamkan api karhutla dengan melakukan pengboman air menggunakan 49 helikopter.

Sumsel menjadi provinsi dengan jumlah unit terbanyak yakni 9 helikopter, yakni 7 untuk waterbombing dan 2 untuk patroli.

"Upaya TMC ini belum berakhir, kita masih berjuang hingga pertengahan Oktober," tukasnya.

Baca Juga : Polda Metro Dikabarkan Tangkap Dandhy Dwi Laksono Pembuat Film 'Sexy Killer'

Pemadaman karhutla di wilayah Indonesia yang berlahan gambut memang berbeda dengan karhutla di negara lain. Menurut Doni, ada lahan gambut yang memiliki bara api hingga 7 meter. Bahkan, terdapat lahan gambut yang kedalaman masih mengandung bara hingga 20 meter. Sehingga, persoalan karhutla jadi masalah permanen.

"Karena itu perlu solusi secara permanen dan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.Tak ada yang mampu bekerja sendirian," tegasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini