nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Jenazah Korban Pesawat Twin Otter PK-CDC Berhasil Diidentifikasi

Saldi Hermanto, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 21:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 26 337 2109778 2-jenazah-korban-pesawat-twin-otter-pk-cdc-berhasil-diidentifikasi-AmLjv9vAhx.jpg Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes Agustinus (foto: Okezone.com/Saldi)

TIMIKA - Dari 4 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat DHC-6 Twin Otter series 400 register PK-CDC, baru 2 korban yang berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, yakni pilot Dasep Sobirin dan Bharada Hadi Utomo. Sementara co pilot Yudra Tutuko dan teknisi (engineer) Ujang Suhendra, belum berhasil teridentifikasi.

Kepala Tim DVI sekaligus Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes drg Agustinus MHT dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (26/9/2019) menerangkan, proses identifikasi dilakukan terhadap 4 kantong jenazah yang berisi 6 bagian tubuh atau body parts. Proses identifikasi dilakukan pada Rabu (25/9/2019) dan berlangsung kurang lebih enam jam.

Dalam rentang waktu enam jam tersebut, Tim DVI berhasil mengidentifikasi 2 jenazah korban. Di mana bagian tubuh nomor 0003 dan 0004, terindentifikasi sebagai Bharada Hadi Utomo, anggota Korps Brimob Resimen II Pelopor yang bermarkas di Bogor, Jawa Barat.

 Baca juga: Kondisi Jenazah Korban Pesawat Twin Otter Tidak Utuh

Jenazah berhasil diidentifikasi

Dijelaskan, Bharada Hadi Utomo teridentifikasi berdasarkan 2 alat identifikasi primer, yaitu melalui pemeriksaan gigi dan sidik jari, dan ditambah lagi identifikasi sekunder berupa properti yang masih melekat pada bagian tubuh korban.

"Jadi, dua alat identifikasi primer sehingga sudah sangat cukup untuk menentukan proses identifikasi, bahwa betul yang bersangkutan adalah Bharada Hadi Utomo, ditambah properti. Jadi sangat kuat dua identifikasi primer dan dua identifikasi sekunder," terangnya.

 Baca juga: Besok Black Box Twin Otter PK-CDC Dievakuasi

Sementara bagian tubuh dengan nomor 0005, terindentifikasi sebagai pilot Dasep Sobirin Ishak. Hasil itu diperoleh dari sidik jari dan properti berupa cincin nikah yang masih melekat pada jari korban.

"Jadi, dari enam body parts, kemudian sudah tiga body parts itu teridentifikasi menjadi dua korban," katanya.

Tersisa 3 bagian tubuh yang terdiri dari bagian tubuh nomor 0001, 0002 dan 0006 akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan asam Deoksiribunukleat atau DNA, yangmana membutuhkan waktu paling cepat 1 minggu jika tidak mengalami kesulitan dalam proses laboratorium.

Nantinya, contoh DNA akan dikirim ke pusat untuk dicocokkan lagi dengan sampel serta data-data yang ada, baik dari korban sendiri maupun keluarga atau saudara.

"Hasil DNA kita harus cocokkan. Di DNA sana juga akan mengambil data dari sampel korban atau keluarga. Kemudian sampel dari sini kita bawa kesana, nanti di matching-kan. Ketika matching baru kita berani rilis sebagai si A atau si B, tapi butuh waktu agak lama," katanya.

Saat ini juga, Tim DVI tengah melakukan pemeriksaan golongan darah terhadap tiga bagian tubuh tersisa. Meski upaya itu bukan merupakan alat identifikasi, namun dengan jumlah korban yang hanya empat orang saja, diharapkan itu bisa membantu, meski tidak begitu signifikan.

"Tapi bisa mengarah. Mudah-mudahan masih bisa diambil golongan darahnya," ujarnya.

Jenazah Bharada Hadi Utomo pada siang tadi telah diberangkatkan ke Semarang, Jawa Tengah untuk selanjutnya dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Pati. Sementara Dasep Sobirin Ishak juga telah diberangkatkan siang tadi menuju Jakarta untuk kemudian dibawa ke Jati Asih, Bekasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini