nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Tersangka Suap, Kekayaan Anggota BPK Rizal Djalil Capai Rp8,3 Miliar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 17:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 26 337 2109718 jadi-tersangka-suap-kekayaan-anggota-bpk-rizal-djalil-capai-rp8-3-miliar-Lfc7ZRmPAL.jpg Rizal Djalil (Foto: Okezone/Heru)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil (RIZ) sebagai tersangka baru terkait pengembangan kasus dugaan suap proyek Sistem Penyeiaan Air Minum (SPAM) di Kementeriaan PUPR.

Selain Rizal, KPK juga menetapkan satu tersangka baru lainnya yakni Komisaris Utama PT Minarta Dutahutam‎a, Leonardo Jusminarta Prasetyo (LJP). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK mencermati fakta-fakta persidangan untuk perkara ini.

Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada situs https://elhkpn.kpk.go.id, total aset yang dimiliki oleh Rizal mencapai Rp 8.397.579.751. Dia terakhir kali menyerahkan LHKPN pada 8 Juni 2018 atas statusnya sebagai anggota BPK kepada KPK.

Rizal tercatat memiliki harta berupa tujuh bidang tanah yang tersebar di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Kerinci Jambi, Kota Sungai Penuh Jambi, Kabupaten Badung Bali, Kota Jakarta Selatan, dan Wahid Hasyim. Bila ditaksir ke rupiah nominalnya mencapai Rp7.834.000.000.

KPK

Baca Juga: KPK Larang Anggota BPK Rizal Djalil Bepergian ke Luar Negeri

Tak hanya itu, Rizal juga mempunyai satu unit mobil jenis Toyota Harrier Jeep yang ditaksir seharga Rp 320.000.000 dan harta bergerak lainnya senilai Rp 80.000.000.

LHKPN itu juga mencatat Rizal memiliki kas senilai Rp 1.663.579.751 dan harta lain senilai Rp 500.000. Adapun utang yang dimiliki Rizal tercatat Rp 2.000.000.000.

Seperti diketahui, Rizal diduga menerima suap dari Leonardo dengan total nilai 100.000 dolar Singapura pecahan 1.000 dolar Singapura. Uang tersebut diserahkan Leonardo kepada Rizala melalui salah satu pihak keluarga.

‎Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar. Rizal disinyalir meminta proyek tersebut kepada petinggi SPAM KemenPUPR untuk kemudian dikerjakan proyek oleh perusahaan Leonardo.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Rizal‎ disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sedangkan yang diduga sebagai pemberi suap, Leondardo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini