Wiranto: Ada yang Gerakkan Islam Radikal & Suporter Bola untuk Bikin Kekacauan!

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 26 September 2019 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 26 337 2109630 wiranto-ada-yang-gerakkan-islam-radikal-suporter-bola-untuk-bikin-kekacauan-lgc4oJ7o9Q.jpg Menko Polhukam, Wiranto. (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA - Menkopolhukam, Wiranto mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa dalam waktu dekat akan ada sebuah gelombang massa yang melibatkan kelompok yag disebutnya Islam radikal, buruh, suporter sepakbola, tukang ojek hingga petugas kesehatan yang berniat menggelar aksi unjuk rasa di jalanan.

Wiranto menyebut, tujuan mereka melakukan demonstrasi hanya membuat kekacauan hingga kerusuhan di Indonesia. Namun, ia tak menjelaskan secara detail ihwal aktor yang menggerakkan rencana tersebut.

"Gerakan gelombang baru ini kita harus waspada karena akan mengerahkan kelompok Islam radikal, juga akan melibatkan para suporter-suporter bola kaki pun akan disasar untuk dilibatkan dalam gerakan itu. Kemudian teman-teman buruh, juga tukang ojek dan paramedis jangan sampai nanti mau dipengaruhi oleh mereka yang hanya membangun kekacauan ini," kata Wiranto di Gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019).

Ia menjelaskan, aparat kepolisian dan TNI telah dipersiapkan agar gelombang massa itu tak terbentuk hingga menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat.

Foto: Fadel Prayoga/Okezone

"Saudara sekalian, ini saya sampaikan supaya masyarakat tahu bahwa aparat keamanan akan selalu hadir menjaga ketentraman masyarakat," ujarnya.

Mantan Panglima ABRI itu menambahkan, indikasi itu dapat terlihat setelah kemarin beberapa pelajar terpengaruh oleh hasutan di media sosial untuk datang ke Gedung DPR dengan niat membuat kerusuhan di sana.

Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat menyaring setiap informasi yang beredar di media sosial. Sebab, ia menilai pengaruh negatif di dunia maya itu akan berdampak langsung kepada stabilitas keamanan dan ketahanan sebuah negara.

"Kita bisa pisahkan antara demonstrasi yang elegan dari teman-teman mahasiswa yang sudah selesai dan sudah terjawab. Dan kemudian demonstrasi susulan yang mengambil alih demonstrasi yang elegan itu dengan satu pertunjukan atau sikap yang merusak dan menimbulkan kekacauan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini