nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LIPI Sarankan Ketua MPR Diisi Sosok yang Minim Kontroversi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 23:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 25 337 2109402 lipi-sarankan-ketua-mpr-diisi-sosok-yang-minim-kontroversi-Ucy8o0TT2J.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kans Partai Golkar untuk menduduki kursi Ketua Umum MPR RI periode 2019-2024 dianggap sangat besar. Sebagai Partai yang memiliki jumlah kursi terbesar kedua di DPR, Golkar tentu sangat diuntungkan. Apalagi mereka juga berada di barisan koalisi pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Golkar sendiri diketahui tengah saling sikut dengan Partai Gerindra dalam perebutan pucuk pimpinan MPR. Selain dua partai itu, PKB pun juga diketahui ikut dalam bursa ketua MPR dengan menyodorkan nama Muhaimin Iskandar.

Menurut Peneliti Senior LIPI, Profesor Syamsudin Haris, Golkar punya peluang lebih besar untuk meriah Kursi Ketua MPR dibanding Gerindra ataupun PKB.

Ilustrasi

Syamsudin memiliki keyakinan kuat Golkar akan menduduki kursi MPR. Meski Partai Gerindra disebut-sebut juga ingin merapat ke koalisi pemerintahan namun Syamsudin melihat kekompakan koalisi untuk mendudukan anggota koalisi lama di kursi Ketua MPR cukup kuat.

“Namun itu juga tergantung dengan kekompakan koalisi pemerintah sendiri,” jelasnya.

Syamsudin Haris merekomendasikan Partai Golkar agar mendaftarkan nama yang minim kontroversi, agar pemerintahan bisa berjalan dengan positif dan konstruktif.

Dari partai berlambang beringin sendiri, banyak nama yang muncul ke permukaan. Salah satu adalah tokoh muda dari Partai Golkar yakni Aziz Syamsudin.

“Saya tidak begitu kenal dekat dengan Azis. Tapi saya melihat sosok atau tokoh, biasanya simple saja. Misalnya, adakah kontroversi atau tidak di tokoh ini? Nah, di sini saya melihat Aziz kontroversialnya sangat minim. Jadi positif saja melihat dia untuk menduduki posisi kursi Ketua MPR,” kaya Syamsudin.

Apalagi Syamsudin juga melihat, Aziz memiliki latar belakang yang cocok untuk jabatan tersebut. “Saya pikir latar belakang dia sudah cocok, karena pernah di Komisi III, bidang hukum, organisasi, dan lain sebagainya,” ungkap Syamsudin.

Selain itu, Azis dianggap sebagai tokoh muda yang memiliki visi yang bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu. “Aziz ini tipikalnya tokoh muda Golkar yang bisa fight. Saya pikir tidak ada masalah dengan usianya yang tergolong muda itu. Apalagi nanti yang di hadapi MPR itu adalah PDIP. Hal ini ada kaitannya dengan amandemen konstitusi, lalu GBHN, status MPR dan lain sebagainya itu,” ujar Syamsudin.

Menurut Syamsudin, saat ini yang dibutuhkan Indonesia, khususnya di MPR, adalah pimpinan yang lebih bisa menyikapi perkembangan bangsa ke depan. “Bukan balik lagi ke masa lalu,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini