Dampak KRL Lumpuh, Penumpang Bingung Pulang ke Parung Panjang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 25 September 2019 21:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 25 337 2109373 dampak-krl-lumpuh-penumpang-bingung-pulang-ke-parung-panjang-WU2T9jeoeC.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Sejumlah karyawan yang bekerja di Jakarta Pusat kebingungan mencari alternatif untuk pulang ke rumahnya di daerah Parung Panjang, Bogor. Sebab, commuter line yang biasa digunakan sebagai sebagai alat transportasi tidak beroperasional sejak sore tadi.

"Bingung saya pulang naik apa ya? Rumah jauh padahal di Parung Panjang," kata Rukiyah salah seorang pengguna KRL commuter line di daerah Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019).

 Baca juga: Tak Hanya Pecahan Botol, Massa Pelajar Juga Lempari Polisi dengan Bom Molotov

Rukiyah biasanya menggunakan commuter line dari Stasiun Palmerah‎ untuk pulang ke rumahnya. Namun, pada malam hari ini, KRL commuter line belum dapat beroperasi karena adanya bentrokan antara massa dengan pihak kepolisian.

Rencananya, Rukiyah akan menggunakan alternatif lain untuk menuju Stasiun Kebayoran. Pasalnya, ia mendapat kabar bahwa commuter line jurusan Parung Panjang beroperasi di Stasiun Kebayoran.

"Tau deh ini. Kayanya nyari angkot yang ke Kebayoran. Katanya keretanya kan cuma sampe situ," ucapnya.

 Baca juga: Dipukul Mundur, Massa Pelajar Malah Serang Balik Polisi dengan Pecahan Botol

Pantauan Okezone, situasi di daerah sekitaran kawasan Gedung Parlemen masih memanas akibat bentrokan antara massa dengan pihak kepolisian. Bentrokan tampak terjadi di pintu perlintasan kereta api Stasiun Palmerah.

Petugas kepolisian pun melakukan penutupan jalan menggunakan cone pembatas jalan. Para pengendara yang hendak melintasi jalan tersebut diminta untuk mutar balik mencari jalan lain. Selain dari arah Jalan Asia Afrika, pengendara juga tidak diperkenankan untuk masuk ke DPR dari arah Palmerah timur.

 

Sementara itu petugas kepolisian dari satuan Brimob nampak melakukan penjagaan secara ketat. Kendaraan taktis polisi juga bersiaga menghadap ke Jalan Asia. Kendaraan itu di parkir persis di depan Lapangan Tembak.

Sebelumnya di lokasi ini puluhan pelajar terlibat bentrokan dengan aparat. Mereka melemparkan batu berusaha melawan tekanan polisi yang meminta mereka bubar. Aparat kemudian membalas dengan tembakan gas air mata.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini