nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kondisi Jenazah Korban Pesawat Twin Otter Tidak Utuh

Saldi Hermanto, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 15:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 25 337 2109193 kondisi-jenazah-korban-pesawat-twin-otter-tidak-utuh-rDAwL6MxLf.jpg Petugas saat evakuasi korban pesawat jatuh (foto: ist)

TIMIKA - Pesawat DHC-6 Twin Otter series 400 register PK-CDC yang terlihat hancur diduga akibat menabrak tebing. Dengan kondisi seperti itu, seluruh jenazah yang telah ditemukan tidak utuh lagi.

Kasatgas Tindak Nemangkawi, Kombes Jhon Sitanggang yang terlibat langsung dalam operasi Tim SAR gabungan atas kecelakaan pesawat Twin Otter PK-CDC, mengatakan bahwa, setelah melihat kondisi pesawat yang menabrak tebing, diduga kuat kondisi para korban sudah tidak utuh lagi.

"Sebelum lihat mungkin kalau tadi yang terima di Ilaga bisa lebih tahu ya, teman-teman dari Basarnas. Tapi kemungkinan dengan kejadian pesawat crash membentur tebing, kemungkinan besar sekali jenazah sudah rusak," ujarnya dalam konferensi pers di Posko utama Tim SAR, di Bandara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (25/9/2019).

 Baca juga:4 Korban Jatuhnya Pesawat Twin Otter di Papua Dibawa ke RSUD Mimika

Menurutnya, saat ini juga proses identifikasi tengah berlangsung setelah siang tadi jenazah para korban berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat ke kamar jenazah RSUD Mimika. Tim yang akan bekerja mengidentifikasi jenazah adalah tim dari DVI Polda Papua.

"Kalau selesai proses investigasi, nanti bisa dibawa ke keluarganya masing-masing. Tim dari Polri sudah tiba disini dan sudah di rumah sakit, jadi proses (identifikasi) sudah berjalan," ujarnya.

 Pesawat Papua

Baca juga: Sejumlah Personel Brimob Amankan Lokasi Jatuhnya Twin Otter PK-CDC

Ke empat korban kecelakaan pesawat yang dioperasikan PT Carpediem Aviasi Mandiri di tebing dengan ketinggian sekitar 4.000 kaki dan berlokasi disekitar kampung Mamontoga, distrik Hoeya, Kabupaten Mimika, yakni pilot Dasep Sobirin, co pilot Yudra Tutuko, teknisi atau engineer bernama Ujang, serta seorang penumpang yang merupakan anggota Korps Brimob Resimen II Bogor, Bharada Hadi Utomo.

Bharada Hadi Utomo sendiri sebelumnya bersama 11 rekannya menuju Ilaga menggunakan Twin Otter PK-CDJ. Karena pesawat itu tidak mampu memuat 12 orang, akhirnya Bharada Hadi pindah dan menumpang di pesawat Twin Otter PK-CDC yang memuat kargo berupa logistik beras seberat 1,7 ton. Selang 5 menit kemudian pesawat Twin Otter PK-CDC take off menuju Ilaga menyusul Twin Otter PK-CDJ, dan tidak lama kemudian pesawat hilang kontak.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini