KPK Panggil Eks Pebulutangkis Taufik Hidayat Terkait Suap Hibah KONI

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 25 September 2019 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 25 337 2109187 kpk-panggil-eks-pebulutangkis-taufik-hidayat-terkait-suap-hibah-koni-EzN0jNQjLp.jpg Taufik Hidayat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil mantan atlet bulutangkis Taufik Hidayat, terkait kasus dugaan suap dana hibah dari pemerintah untuk KONI yang menyeret eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Taufik bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Miftahul Ulum (MIU). Ulum merupakan asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi yang telah ditetapkan tersangka oleh lembaga antirasuah.

"Yang bersangkutan (Taufik) hari ini dijadwalkan diperiksa untuk tersangka (MIU)," ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (25/9/2019).

Baca Juga: Sesmenpora Dicecar KPK soal Regulasi Dana Hibah ke KONI 

Taufik sebelumnya pernah diperiksa KPK pada 1 Agustus 2019. Dalam pemeriksaan itu, Taufik banyak dikonfirmasi soal Menpora Imam Nahrawi. Taufik sendiri diketahui pernah menjabat sebagai Staf Khusus (Stafsus) Menpora selama tiga tahun.

KPK resmi menetapkan eks Menpora Imam Nahrawi dan Asisten Pribadinya, Miftahul Ulum sebagai tersangka. Imam dan Ulum ditetapkan dalam rangka pengembangan kasus ini sebelumnya.

 Imam Nahrawi

Diduga Imam sebagai Menpora telah menerima uang senilai Rp26,5 miliar. Penerimaan uang itu dilakukan sebanyak dua kali. Pertama, Imam diduga menerima uang pada rentan 2014-2018 melalui asisten pribadinya senilai Rp14,7 dan kedua pada medio tahun 2016-2018 sebanyak Rp11,8 miliar.

Dalam perkara ini, Imam dan Ulum disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (ari)

Baca Juga: Terkait Pengganti Menpora, PKB: Kami Serahkan ke Presiden Jokowi

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini