nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Twin Otter di Papua Berhasil Dievakuasi

Saldi Hermanto, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 13:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 25 337 2109123 4-jenazah-korban-jatuhnya-pesawat-twin-otter-di-papua-berhasil-dievakuasi-wbk6jUv2jS.jpg Tim SAR menurunkan jenazah korban pesawat Twin Otter yang jatuh di Mamontoga, Hoeya, Mimika, Papua (Okezone.com/Saldi Hermanto)

TIMIKA – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi empat jenazah korban pesawat DHC-6 Twin Otter series 400 register PK-CDC jatuh di pedalaman Kampung Mamontoga, Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (25/9/2019). Keempat jenazah terdiri dari pilot, co pilot, teknisi dan seorang Brimob.

“Hari kedelapan ini, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi empat korban dari kecelakaan pesawat Twin Otter,” kata Direktur Operasi Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional, Brigjen (Marinir) Budi Purwanto dalam konferensi pers di Posko Utama Operasi SAR gabungan di area Bandara Mozes Kilangin, Timika.

Keempat jenazah dievakuasi oleh dua tim SAR yang diterjunkan ke lokasi jatuhnya pesawat kargo itu. Lokasi jatuhnya pesawat itu bertebing dan medannya agak sulit. Pesawat jatuh diduga usai menabrak tebing.

 Evakuasi

Personel SAR mengevakuasi jenazah korban pesawat Twin Otter (Foto Basarnas)

Keempat jenazah korban dibawa menuju Pos Ilaga, Kabupaten Puncak dan dijemput lagi menggunakan Twin Otter PK-CDJ untuk di evakuasi menuju Timika. Setelah tiba, jenazah yang sudah dimasukkan dalam empat kantong tersebut kemudian dibawa menuju RSUD Mimika untuk diidentifikasi oleh Tim DVI Polri.

Budi mengatakan pihaknya baru menemukan lokasi pasti kecelakaan pesawat Twin Otter pada hari keempat pencarian. Selanjutnya, hari kelima dilanjutkan untuk menentukan landing zona atau area pendaratan unutk proses evakuasi. Lalu dikerahkan empat personel SAR terlatih ke area tersebut.

Baca juga: Pesawat Twin Otter Hilang Kontak dalam Penerbangan di Papua

“Dari empat (personel) tim SAR gabungan, dapat didaratkan di landing zone satu. Tim satu ini terdiri dari dua Basarnas tim special group, kemudian (tim) dua dari rescuer SAR gabungan, melaksanakan evakuasi yang pertama jam 06.19 (WIT), yang kedua jam 07.00 (WIT),” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Pesawat Twin Otter DHC-6 seri 400 dengan register PK-CDC yang dioperasikan PT Carpediem Aviasi Mandiri dilaporkan hilang, Rabu 18 September 2019, dalam penerbangan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Bandara Aminggaru, Ilaga.

Pesawat diketahui memuat beras seberat 1.700 kilogram dan seorang penumpang yang merupakan anggota Brimob dari Resimen II Bogor, Bharada Hadi Utomo. Pesawat dipiloti Dasep Sobirin dan Co Pilot Yudra Tutuko, berserta seorang teknisi bernama Ujang. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini