Melihat Perjuangan Para Perempuan Tangguh Pemadam Karhutla Kalimantan

Rabu 25 September 2019 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 25 337 2109033 melihat-perjuangan-para-perempuan-tangguh-pemadam-karhutla-kalimantan-usvNsWYFYl.jpg Sumarni Laman menjadi salah satu perempuan yang terjun langsung memadamkan karhutla di Kalimantan. (Foto: BBC Indonesia)

Jangan Sampai Kena Keluarga

Sola melintasi lahan gambut gosong dan berlumpur bersama beberapa relawan Greenpeace. Kamis 19 September 2019 pagi itu, timnya mendatangi titik api di kawasan Jembatan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.

Dengan mengenakan pakaian pemadam kebakaran lengkap, Sola melingkarkan gulungan selang air di pundak sambil mengangkat kakinya tinggi-tinggi setiap kali melangkah, menerka mana gambut yang kopong, mana yang cukup padat untuk diinjak.

Sola masuk semakin dalam ke tengah semak belukar di atas gambut yang kering dan menghitam, ke kawasan dengan asap yang masih membumbung tinggi.

"Kita diajarin gimana sih tipe-tipe tipikal gambut, terus gimana cara kita menanggulanginya," tutur Sola, "Kita kan enggak bisa sembarang siram."

Baca juga: Langit Merah di Jambi Akibat Kebakaran Hutan Jadi Berita Media Internasional 

Sumarni Laman padamkan karhutla di Kalimantan Tengah. (Foto: BBC Indonesia)

Di sana-sini, para petugas dari satuan maupun kelompok lain tengah memadamkan api. Kobarannya memang kerap tidak tampak, karena api biasanya membara di bawah permukaan gambut yang kedalamannya sulit ditebak.

Sebelumnya, Sola dan relawan lain dari lembaga swadaya masyarakat yang berpusat di Belanda itu sudah diberi pelatihan khusus untuk bisa bergabung dengan Tim Cegah Api Karhutla.

"Kita dilatih sama teman-teman dari Rusia, pelatih dari Rusia. Kita diajarin bagaimana teknik (pemadamannya)," ungkap dia.

Setelah tiba persis beberapa meter dari asap yang mengepul tebal, Sola dan teman-temannya, dibantu sejumlah tentara, mulai memasang dan menyalakan mesin pompa air untuk menyedot air tanah dari sumur galian terdekat.

"Tarik selangnya. Tarik," teriak salah satu tentara yang suaranya berkejaran dengan bising mesin pompa.

Baca juga: BNPB: Karhutla 99% Disebabkan Ulah Manusia, 80% Lahan Terbakar Jadi Kebun 

Sola Gratia Sihaloho padamkan karhutla di Kalimantan Tengah. (Foto: BBC Indonesia)

Sola mengambil posisi terdepan. Ia memegang nozzle alias mulut pipa dan mengarahkannya ke area yang ditarget.

"Kita pakai nozzle yang satu arah, alasannya karena efektif di lahan gambut," tuturnya sambil sesekali membenamkan ujung nozzle ke dalam gambut, membiarkan air menerobos sela-sela akar yang saling melilit.

"Kita melakukan pembuburan, di mana pembuburan itu dilakukan untuk mengambil bara yang di bawah. Jadi, kita mematikan bara yang di bawah."

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini