nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imam Besar Istiqlal Sebut Menteri Jokowi Haruslah Sosok yang "Matang"

Hambali, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 23:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 24 337 2108936 imam-besar-istiqlal-sebut-menteri-jokowi-haruslah-sosok-yang-matang-Sm3xqjfs8X.jpg Imam Besar Istiqlal, Nasarudin Umar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasarudin Umar menyatakan pemimpin harus memiliki kematangan dalam berbagai aspek selama menjalankan tugasnya. Terutama yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.

"Bangsa ini butuh sosok yang matang dalam banyak hal, intelektualitas, emosional, maupun spiritualitas, kalau tidak, maka bisa berbahaya untuk kedamaian negeri ini,” katanya kepada Okezone.

Hal tersebut diucapkan Nasarudin Umar saat mengomentari calon Kabinet Kerja Jilid II yang akan dibentuk pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Di mata Nasaruddin Umar, Menteri ke depan harus bisa mengayomi semua elemen agama bagi semua golongan.

“Sebagai Imam besar Masjid Istiqlal, saya berharap semua Imam bisa mengimami semua bendera politik di masjid yang diimaminya, jadi ini juga berlaku bagi menteri-menteri yang akan membantu Pak Jokowi ke depan,” katanya.

Jokowi

Hal tersebut ia korelasikan dengan situasi politik dan sosial yang ada di Indonesia. Menurutnya, butuh ketenangan dan kematangan seorang pemimpin dalam menjalani setiap masalah yang ada di Indonesia.

Secara khusus, Nasarudin Umar juga menyoroti tugas Menteri Pertahanan yang menurutnya harus lebih mendahulukan pendekatan humanis dan spiritual.

"Bagi saya, siapa yang bisa memberikan kontribusi positif dan konstruktif kepada bangsa, itu yang layak memimpin institusi kenegaraan. Tidak perlu dipersoalkan etnik dan agama itu sudah selesai,” pungkasnya.

Pria yang kini didapuk sebagai Ketua Umum Asosiasi Imam Seluruh Indonesia, Ittihad Persaudaraan Imam Masjid Seluruh Indonesia tersebut, menyatakan bahwa dirinya kagum pada sososk Syarifuddin Tippe.

"Sosok Pak Syarifuddin Tippe adalah sosok yang saya kagumi, kekaguman saya itu terletak pada keberhasilan beliau memimpin operasi sadar rencong dan cinta meunasah, serta cara beliau mendinginkan konflik di Aceh, dan itu memberikan kesan mendalam bagi orang Aceh,” katanya.

Dalam berbagai kesempatan, Nasaruddin mengungkapkan bahwa Syarifuddin Tippe selalu bilang jika dirinya tidak pernah punya musuh.

“Orang yang dianggap GAM itu adalah saudara saya sendiri, sebangsa dan setanah air. Apalagi sama-sama sejarah kita, kalau saya bawa senjata, berarti saya anggap mereka lawan dan berbahaya. Diminta baca khutbah, lalu dia pulang dengan aman,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini