BNPB: Lahan Terbakar di NTT Terbesar Capai 108.368 Hektare

Achmad Fardiansyah , Okezone · Selasa 24 September 2019 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 24 337 2108910 bnpb-lahan-terbakar-di-ntt-terbesar-capai-108-368-hektare-NrKRGLUJcX.jpg Kepala BNPB Letjen Doni Monardo (Foto: Okezone)

PALEMBANG - Luas areal yang terbakar di delapan provinsi di tahun 2019. Paling tinggi terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 108.368 hektare dan Sumatera Selatan (Sumsel) terbesar keenam, seluas 7.109 hektare di tanah mineral dan 4.717 hektare di tanah gambut.

"Meskipun NTT luas lahan terbakarnya yang terbesar, namun terbakarnya di lahan mineral bukan di lahan gambut," ujar Kepala BNPB Doni Monardo saat memimpin rapat koordinasi penanganan Karhutla di Rumah Dinas Gubernur Sumsel, Palembang, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/9/2019).

Baca Juga: Wiranto: Kita Bersyukur Hujan Buatan Berhasil, Titik Api Tinggal 1.129 

Sumsel memiliki lahan gambut terbesar kedua setelah Riau di Pulau Sumatera. Satgas Karhutla selalu disiagakan, dengan dukungan 12.922 satgas gabungan. "Babinsa beroperasi dan menggunakan open kamera saat melakukan patroli sehingga posisinya akurat," ucap Dansatgas Karhutla Sumsel yang juga Komandan 044 Garuda Dempo Kolonel Arh Sonny Septiono.

 Karhutla

Selain pemadaman, dilakukan juga tindakan pencegahan, pihaknya juga mensiagakan 15 orang untuk menjaga 74 ribu hektare. Selain itu, sudah menangkap 27 orang tersangka.

Kapolda Sumsel, Irjen Firli Bahuri membenarkan 26 tersangka perorangan sudah ditahan dan 1 tersangka korporasi, total 27 tersangka.

"Ke depannya diusulkan adanya satgas penegakkan hukum, sehingga saat ada tersangka pelanggaran hukum dapat segera langsung diproses, kerjasama penyidik dan kejaksaan," katanya.

Gubernur Sumsel, Herman Deru menyampaikan Sumsel tetap bersinergi memadamkan api, satgas akan bertugas sampai akhir Oktober 2019. "Pasca-Karhutla kami akan mengadakan evaluasi pasca penanganan kebakaran hutan dan lahan sampai tingkat RT/RW", katanya.

Meningkatnya jumlah hotspot, terlihat dari perbandingan hotspot tahun 2018 dan 2019. Satelit NOAA naik 70,82%. Sedangkan satelit TERRA/AQUA (NASA) naik 176,33%. Di provinsi Sumatera Selatan sudah dikerahkan 7 helikopter waterbombing dan 2 helikopter patroli.

Kepala BNPB mengingatkan kembali potensi bencana yang terjadi. "Poinnya adalah kenali ancamannya, siapkan strateginya. Ketahui masalahnya carikan solusinya," ujarnya.

Selanjutnya kembalikan fungsi gambut, yang tetap harus berair, berlahan basah, dan rawa. Gambut berasal dari kayu dan daun yang kering selama ratusan tahun. Kedalaman gambut di Indonesia bervariasi bahkan ada yang sampai 36 meter.

Ancaman permanen harus ada solusi permanen dengan merubah perilaku masyarakat. Sosialisasi terpadu Pentahelix, meningkatkan kapasitas penyuluh lapangan dan hidup bersama rakyat.

Sumber KLHK, provinsi luas lahan terbakar 2019:

1. NTT

2. Riau

3. Kalteng

4. Kalbar

5. Kalsel

6. Sumsel

7. Jambi

8. Jatim

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini