nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo di Jambi Bentrok, 7 Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Azhari Sultan, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 19:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 24 337 2108835 demo-di-jambi-bentrok-7-mahasiswa-dilarikan-ke-rumah-sakit-ksYB4nXJ15.jpg Demo Mahasiswa di Jambi (foto: Okezone/Azhari Sultan)

JAMBI - Demo ribuan mahasiswa Jambi menolak pengesahan Undang-undang KPK, RUU PKS, RKUHP dan kenaikan BPJS sangat memberatkan rakyat di Gedung DPRD Provinsi Jambi di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, Selasa (24/9/2019) berakhir bentrok.

Mulanya, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Jambi tersebut beraksi secara damai dan berorasi sebagai mana biasanya.

Baca Juga: Aksi Mahasiswa Tak Akan Pengaruhi Keamanan Pelantikan DPR & Presiden Terpilih 

Namun, saat mahasiswa berusaha masuk gedung dewan terjadi aksi saling dorong dengan kepolisian. Tidak hanya itu, aksi saling lempar dengan botol air mineral pun terjadi tanpa bisa terelakkan.

Akhirnya, aksi saling lempar tersebut berlanjut dan berujung ricuh. Suara pecah kaca dari Gedung DPRD Jambi dari pelemparan batu terdengar cukup kuat.

Ilustrasi (foto: Okezone) 

Akibatnya, tembakan gas air mata dari petugas tidak terelakkan lagi. Massa dan wartawan yang meliput aksi tersebut dibuat bubar lari tunggang langgang.

Akibat bentrok dan terkena imbas gas air mata, membuat massa mundur. Namun, ada tujuh mahasiswa dilarikan ke rumah sakit.

"Ada tujuh mahasiswa dilarikan bang ke Rumah Sakit Raden Mattaher," teriak salah seorang Mahasiswa UNJA, Zikri.

Menurutnya, tujuh mahasiswa tersebut terdiri dari 4 mahasiswa UNJA, 2 mahasiswa Unbari dan satu mahasiswa UIN STS Jambi. "Mereka dari tiga kampus bang," tukasnya.

Baca Juga: Ini Pasal-Pasal Kontroversial RKUHP yang Menuai Polemik di Masyarakat 

Sementara itu, salah seorang mahasiswa Universitas Jambi dari Fakultas Hukum angkatan 2018 tepaksa harus menggunakan oksigen karena sesak nafas pasca bentrok dengan petugas.

Sementara itu, Waka Polda Jambi Brigjen Pol Charles Bonardo Sadatua Nasution mengatakan pihaknya menghimbau kepada semua pihak untuk menahan diri.

"Kita minta semuanya untuk tidak melakukan apapun gunakan hati yang dingin," tandasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini