nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wacana Gibran Maju Pilkada Solo 2020 Tuai Nyinyiran

Selasa 24 September 2019 13:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 24 337 2108626 wacana-gibran-maju-pilkada-solo-2020-tuai-nyiyiran-txRaGbYP0P.jpg Gibran Rakabuming Raka (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wacana Gibran Rakabuming Raka untuk maju dalam Pilkada Solo 2020 mendapat berbagai respons dari masyarakat. Selain dukungan, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu juga mendapat berbagai nyinyiran dari netizen.

Seperti diberitakan Solopos, Gibran Rakabuming Raka sempat mendatangi kantor DPC PDIP Solo di kawasan Brengosan, Laweyan, untuk mengambil kartu tanda anggota (KTA).

Kedatangannya tersebut diramaikan dengan banyaknya spanduk dukungan untuk Gibran Rakabuming Raka maju di Pilkada Solo 2020. Bahkan spanduk itu terlihat di berbagai sudut, khususnya di wilayah Kecamatan Jebres.

Gibran

Baca Juga: Jika Gibran Maju Pilwalkot Solo, Publik Akan Pertanyakan Dinasti Politik Jokowi

Namun, Gibran Rakabuming Raka menegaskan spanduk dukungan tersebut merupakan bentuk inisiatif dari masyarakat. Dia menilai maksud pemasangan spanduk itu baik, namun waktunya belum pas.

Netizen menilai Gibran Rakabuming Raka sebaiknya belajar berpolitik dan menimba ilmu pemerintahan sebelum maju di bursa calon wali kota (cawali) Solo.

“Lebih baik belajar berpolitik dulu dan menimba ilmu tentang pemerintahan ya mas. Njenengan masih muda. Masih panjang jangkauannya. Nanti kalau sudah dapat ilmu pemerintahan dan sudah mengabdi baru maju jadi cawali Solo. Salam santun,” komentar Andri Kurniawan lewat fanpage Facebook Solopos.com.

"Jangan aji mumpung. Kalau menurut saya lebih baik wiraswasta dan tetap menjadi motivator calon pengusaha muda,” imbuh Asih Utami Asih Utami.

“Belum waktunya kalau banyak mendompleng popularitas Pak Jokowi saja. Aku rasa belum saatnya,” lanjut Saiful Anwar.

Meski demikian, tak sedikit pula netizen yang mendukung Gibran Rakabuming Raka maju di Pilkada Solo 2020. Mereka menilai sudah saatnya generasi muda maju menjadi pemimpin.

“Dibanding pemimpin yang tua itu penuh dengan kepentingan, mending Mas Gibran. Biar semangat perubahannya lebih energik,” komentar Indrayanto.

“Mas Gibran itu enggak salah. Cuma ibarat anak panah. Pengalaman nomor 10. Ini kesempatan mumpung masih laku. Masih tenar, ada dukungan nama besar bapaknya,’ imbuh Mad Sepoh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini