nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Sesmenpora Terkait Kasus Dugaan Suap Imam Nahrawi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 10:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 24 337 2108544 kpk-periksa-sesmenpora-terkait-kasus-dugaan-suap-imam-nahrawi-rWhfZ0Q4LN.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto terkait kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI tahun anggaran 2018 yang menyeret eks Menpora Imam Nahrawi.

Dalam jadwal pemeriksaan yang dirilis KPK, Gatot diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Asisten Pribadi (Aspri) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum (MIU).

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

 Baca juga: Pihak Keluarga Jamin Imam Nahrawi Tidak Akan Kabur

Secara paralel, penyidik lembaga antirasuah juga melakukan pemeriksaan terhadap Staff Protokoler Kemenpora, Arief Susanto dan PNS sekaligus Asdep Olahraga Prestasi tahun 2016-2018, Chandra Bhakti.

"Mereka juga akan diperiksa untuk tersangka yang sama," ujar Febri.

KPK resmi menetapkan eks Menpora Imam Nahrawi dan Asisten Pribadinya, Miftahul Ulum sebagai tersangka. Imam dan Ulum ditetapkan dalam rangka pengembangan kasus ini sebelumnya.

 Baca juga: KPK Cecar Eks Sesmenpora soal Aliran Suap ke Imam Nahrawi

Diduga Imam sebagai Menpora telah menerima uang senilai Rp26,5 miliar. Penerimaan uang itu dilakukan sebanyak dua kali. Pertama, Imam diduga menerima uang pada rentan 2014-2018 melalui asisten pribadinya senilai Rp14,7 dan kedua pada medio tahun 2016-2018 sebanyak Rp11,8 miliar.

Dalam perkara ini, Imam dan Ulum disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini