nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 24 September: Tragedi Semanggi II dan Hari Tani Nasional

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 07:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 24 337 2108493 peristiwa-24-september-tragedi-semanggi-ii-dan-hari-tani-nasional-xGYlKTRuQA.jpg Orangtua korban Tragedi Semanggi tuntut keadilan (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

JAKARTA – Peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 24 September. Sebut saja terjadinya Tragedi Semanggi II hingga peringatan hari tani nasional.

Selain peristiwa-peristiwa itu, masih ada sejumlah momen bersejarah lainnya. Berikut ini Okezone paparkan, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, Selasa (24/9/2019).

1999 - Tragedi Semanggi II

Tragedi Semanggi merujuk pada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa MPR yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada tanggal 11-13 November 1998, masa pemerintah transisi Indonesia, yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil.

Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan 11 orang lainnya di seluruh Jakarta serta menyebabkan 217 korban luka-luka.

Pada tanggal 24 September 1999, untuk yang kesekian kalinya tentara melakukan tindak kekerasan kepada aksi-aksi mahasiswa.

Kala itu, adanya pendesakan oleh pemerintahan transisi untuk mengeluarkan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (UU PKB) yang materinya menurut banyak kalangan sangat memberikan keleluasaan kepada militer untuk melakukan keadaan negara sesuai kepentingan militer.

Oleh karena itulah mahasiswa bergerak dalam jumlah besar untuk bersama-sama menentang diberlakukannya UU PKB. Mahasiswa dari Universitas Indonesia, Yun Hap meninggal dengan luka tembak di depan Universitas Atma Jaya.

1960 - Hari Tani Nasional

Hari Tani Nasional dirayakan setiap tanggal 24 September, terutama oleh para petani di seluruh Indonesia.

Tanggal 24 September ditetapkan sebagai pengingat bahwa pada tanggal itu di tahun 1960 silam, Presiden RI Soekarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).

1983 - Wafatnya Diplomat RI Mohammad Roem

Mohammad Roem lahir di Parakan, Temanggung, 16 Mei 1908 dan meninggal dunia di Jakarta, 24 September 1983 di usia 75 tahun.

Roem merupakan seorang diplomat dan salah satu pemimpin Indonesia di perang kemerdekaan Indonesia. Selama Soekarno menjadi presiden, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, dan kemudian Mendagri.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini