nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Suap Eks Bupati Pakpak Bharat

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 23 September 2019 20:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 23 337 2108386 kpk-tetapkan-3-tersangka-baru-kasus-suap-eks-bupati-pakpak-bharat-kLhEu1nUGG.jpg Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka baru ‎terkait pengembangan kasus dugaan suap kepada Bupati Pakpak Bharat 2016-2021, Remigo Yolando Berutu. Ketiganya Wakil Direktur CV Wendy, Anwar Fuseng Padang (AFP); swasta Dilon Bancin (DBC); serta seorang PNS, Gugung Banurea (GUB).

‎"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (23/9/2019).

Baca Juga: Bupati Pakpak Bharat Dituntut 8 Tahun Penjara 

Febri menjelaskan, penetapan tersangka terhadap ketiganya setelah KPK mengamati fakta persidangan. Berdasarkan fakta persidangan, KPK menemukan bukti adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

"Setelah menemukan bukti yang cukup dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau janji oleh Bupati Pakpak Bharat terkait dengan proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2018," katanya.

Eks Bupati Pakpak Bharat 

Hingga saat ini, KPK telah memeriksa 23 orang saksi untuk proses penyelidikan ketiga tersangka tersebut. Unsur saksi adalah Bupati Pakpak Bharat 2016-2021, pejabat di Kabupaten Pakpak Bharat, pegawai negeri sipil di Kabupaten Pakpak Bharat, dan swasta. ‎

Atas perbuatannya, Anwar Fuseng Padang disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, ‎Dilon Bancin dan Gugung Banurea disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Baca Juga: Penyuap Bupati Pakpak Bharat Dieksekusi ke Lapas Tanjung Gusta Medan 

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara ini. Ketiganya yakni, Bupati Kabupaten Pakpak Bharat periode 2016 - 2021, Remigo Yolando Berutu; Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali; serta pihak swasta,‎ Hendriko Sembiring. Ketiganya sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Medan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini