PKB : Daripada Saling Menyalahkan, Ayo Bersama Atasi Kebakaran Hutan

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 23 September 2019 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 23 337 2108354 pkb-daripada-saling-menyalahkan-ayo-bersama-atasi-kebakaran-hutan-P4Y0S5GfgZ.jpg Ilustrasi kebakaran hutan (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta agar masyarakat semua elemen masyarakat saling bahu-membahu untuk mengatasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah dan Riau.

"Daripada saling menyalahkan, kami mengajak semua pihak ayo bersama-sama memberikan pertolongan kepada masyarakat terdampak, khususnya yang terserang penyakit infeksi dan lainnya karena kebakaran hutan," ujar Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PKB Marwan Dasopang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Dikatakannya, kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Oleh sebab itu, semua pihak mestinya bersama-sama menanggulangi dengan kemampuan dan peran yang bisa dilakukan.

Frkasi PKB DPR RI ajak masyarakat bersama-sama atasi kebakaran hutan (Foto: Okezone.com/Harits)

"Agar tidak saling tuduh dan berdebat, DPP PKB bidang Penanggulangan Bencana meminta pemerintah segera memetakan persoalan, dan menerjunkan aparat hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas terjadinya Karhutla," tegas dia.

PKB berharap pemerintah segera melakukan penataan penanganan Karhutla dalam satu komando terpusat, sehingga bisa melakukan langkah-langkah pencegahan.

"Kami dari DPP PKB sudah turun ke lokasi untuk turut serta menangani dampak sosial di daerah bencana. PKB juga akan ikut membagikan masker standar maupun vitamin bagi korban asap bekerjasama dengan DPW dan masyarakat lainnya," papar Marwan.

Baca Juga : BNPB Prediksi Kerugian Karhutla 2019 Capai Rp66,3 Triliun

Kata Marwan, PKB mendesak pemerintah mengumumkan siapa pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi. Lalu saat ini yang perlu diwaspadai adalah, karhutla tidak hanya terjadi di Kalimantan dan Riau, Jambi dan Sumsel, namun daerah lain juga berpotensi Karhutla.

"Karena itu harus segera dilakukan antisipasi agar bisa dicegah tidak menjadi bencana," tutur dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini