Kronologi Kerusuhan di Expo Waena Jayapura yang Merenggut Nyawa Prajurit TNI

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 23 September 2019 15:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 23 337 2108220 kronologi-kerusuhan-di-expo-waena-jayapura-yang-merenggut-nyawa-prajurit-tni-PBQZZcYJmh.jpg ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Seorang anggota TNI Angkatan Darat, Praka Zulkifli meninggal dalam kerusuhan saat berlangsungnya unjuk rasa dilakukan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (23/9/2019). Kodam XVII/Cenderawasih menduga prajuritnya itu dibacok massa dari AMP.

“Demo massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua kembali melakukan penyerangan terhadap aparat. Akibatnya, seorang prajurit Yonif 751/Raider , Praka Zulkifli, yang sedang melaksanakan tugas BKO Polda Papua sebagai pengemudi kendaraan dinas truk pengangkut pasukan menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh massa AMP,” kata Letkol Cpl Eko Daryanto, Kapendam Cenderawasih dalam keterangan tertulis kepada Okezone.

Sebelumnya, kata diam massa AMP melakukan demo di depan Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, untuk menuntut pendirian posko bagi mahasiswa Papua yang pulang dari studi di luar Papua. Namun, aksi tersebut tidak mendapat izin baik dari Polda Papua maupun Rektorat Uncen.Ilustrasi

Massa AMP kemudian difasilitasi petugas untuk kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan truk dan bis umum, dengan dikawal aparat keamanan yang menggunakan kendaraan dinas yang dikemudikan Praka Zulkifli.

Baca juga: 1 TNI dan 3 Warga Meninggal dalam Kerusuhan di Jayapura, 10 Luka-Luka

“Sekitar pukul 11.00 WIT, setibanya di daerah Expo Waena, massa AMP yang baru turun dari kendaraan berbalik menyerang aparat keamanan yang mengawal mereka pulang. Bahkan massa AMP berusaha memprovokasi masyarakat Papua yang berada di Expo Waena untuk melakukan aksi anarkis berupa pembakaran terhadap berbagai fasilitas umum dan rumah masyarakat,” ujar Eko Daryanto.

Almarhum Praka Zulkifli yang sedang beristirahat sejenak usai mengantar pasukan pengamanan, menurut Eko, tiba-tiba diserang oleh massa dengan menggunakan senjata tajam.

“Almarhum mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang. Korban sempat dievakuasi menuju RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. Namun karena pendarahan yang hebat, nyawa Praka Zulkifli tidak dapat terselamatkan. Sekitar pukul 12.30 WIT, Praka Zulkifli dinyatakan meninggal dunia,” kata Eko Daryanto.

Pemakaman Praka Zulkifli akan dikoordinasikan oleh Danyonif 751/Raider dengan keluarga korban.

Pangdam Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab menyatakan turut berduka cita kepada keluarga almarhum.

"Sebagai seorang prajurit, almarhum Praka Zulkifli telah memberikan bakti terbaiknya kepada bangsa dan negara dengan memberikan jiwa dan raganya demi terciptanya rasa aman di tanah Papua" ucap Pangdam saat melihat jenazah Praka Zulkifli di RS Bhayangkara.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini