Diduga Terdampak Kabut Asap, Penderita Asma di Jambi Meninggal Dunia

Azhari Sultan, Okezone · Senin 23 September 2019 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 23 337 2108212 diduga-terdampak-kabut-asap-penderita-asma-di-jambi-meninggal-dunia-8Pyh0QX3Sy.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAMBI - Diduga akibat sesak napas karena kabut asap yang pekat dan ditambah memiliki riwayat penyakit asma, Hanifah (57) warga RT 6, Desa Mekar Sari, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi, Jambi meninggal dunia.

Dandim 0415/Batanghari Letkol Inf J Hadiyanto saat dihubungi mengakui adanya seorang warga meninggal dunia saat terjadi kabut asap.

"Ibu itu meninggal dunia pada hari Sabtu lalu. Korban diketahui memiliki riwayat sakit sesak napas," ujarnya, Senin (23/9/2019).

Baca Juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Tidak Ragu Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan

Terpisah, Muhammad, anak korban saat dikonfirmasi mengakui bahwa ibunya memang ada penyakit asma sudah sejak lama.

"Sebelum meninggal dunia sesaknya parah, kemungkinan karena kabut asap yang pekat hingga membuat langit memerah di Desa Mekar Sari," katanya.

Kabut asap Jambi

Dia menambahkan, sempat meminta pertolongan dokter di Puskesmas terdekat. Namun, saat itu dokter tidak bisa ke rumah karena kondisi asap yang memang pekat

"Saya datang ke rumah dokternya pukul 07.00 pagi, tapi kata dokter, dia enggak bisa. Nanti saja, kalau sudah mendingan asapnya," imbuhnya.

Baca Juga: 21 Penerbangan di Palembang Delay Akibat Kabut Asap Pekat

Namun, Tuhan berkehendak lain. Ibunya menghembuskan napas terakhir dan dokter tersebut tidak kunjung datang. Namun ia pasrah, mungkin itu sudah menjadi kehendak Allah SWT.

"Ya gimana lagi kita enggak bisa salahkan siapa pun. Kita serahkan saja pada yang kuasa. Mungkin ajalnya sudah sampai sini," tutur Muhammad.

Muhammad menceritakan, kalau sebelumnya sang ibu sempat diberi pertolongan dengan menggunakan alat kesehatan berupa oksigen. Namun, ketika ke Puskesmas lagi, alat oksigen tersebut sudah tak ada.

"Ya sempat ke Puksemas Pembantu terdekat. Namun, oksigen di tempat tersebut tidak ada. Habis kata yang di sana," ujarnya.

Dengan kejadian ini, dia berharap agar pemerintah menambah alat dan tenaga medis di setiap Puksemas dan membuka posko kesehatan. "Selain saya meminta agar adanya bantuan kesehatan berupa masker dan oksigen. Kita harapkan gitu biar masyarakat ini bisa berobat," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini