nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua KPU Minta Antisipasi Serangan Siber di Pilkada 2020

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 23 September 2019 12:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 23 337 2108143 ketua-kpu-minta-antisipasi-serangan-siber-di-pilkada-2020-FaMC0MSn0c.jpg Ketua KPU RI Arief Budiman (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Budiman mengingatkan untuk mengantisipasi serangan siber dalam menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang dilaksanakan pada 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Arif saat menghadiri Konsolidasi Nasional 2019 bersama KPU Provinsi, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dan KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Senin (22/9/2019).

Baca Juga: Pilkada 2020, 6 Parpol Berkoalisi untuk Hentikan Dominasi PKS di Depok

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Arif mengatakan, selama Pemilu 2019 pihaknya mencatat ada 5000 serangan atau siber attack yang dilakukan kepada KPU maupun personal.

"Data kita tunjukkan serangan banyak berbagai macam tipe jumlahnya 5 ribu siber attack dan serangan itu enggak hanya serang KPU tapi mulai serang personil KPU," tutur Arif.

Ia juga merasakan langsung serangan tersebut kepada dirinya. Untuk itu menurutnya dalam Pemilu 2020 segala bentuk serangan siber harus diwaspadai.

"Ini harus kita waspadai ada perubahan kultur dalam proses penyelenggaraan Pemilu dalam respon Pemilu ditambah canggih teknologi, medsos berkembang pesat," paparnya.

Ia menambahkan pada Pemilu 2020 mendatang akan ada 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota yang akan menyelenggarakan Pilkada.

Jumlah itu kata dia, hampir separuh wilayah Indonesia sehingga penting melakukan kerjasama antara penyelenggara pemilu dan stakeholder yang memberi dukungan untuk dapat diteruskan.

Baca Juga: Bawaslu Minta Peradilan Khusus Pemilu, Mendagri Serahkan ke MK 

Ketua KPU Arief Budiman Menduduki Kotak Suara Kardus yang Menjadi Polemik

Selain itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan guna mengantisipasi serangan siber yakni meningkatkan informasi tentang kepemiluan secara cepat dan transparan.

"Jadi KPU enggak hanya sediakan informasi Pemilu yang biasa diakses masyarakat tapi sekarang ini disediakan dalam aplikasi mobile, pemutakhiran data pemilih. Saya harap dukungan KPU terus dijaga terhadap suksesnya Pilkada," ucapnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini