nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gejayan Memanggil, Mahasiswa hingga Masyarakat Yogyakarta Akan Turun ke Jalan

Senin 23 September 2019 11:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 23 337 2108105 gejayan-memanggil-mahasiswa-hingga-masyarakat-yogyakarta-akan-turun-ke-jalan-gU84MfQkwR.jpg Ilustrasi Aksi Demonstrasi (foto: Shutterstock)

JAKARTA – Mahasiswa dan masyarakat Yogyakarta berencana turun ke jalan untuk mengggelar aksi damai yang disebut dengan #GejayanMemanggil, Senin (23/9/2019). Aksi yang sudan trending di media sosial (medsos) Twitter, Facebook dan Instagram, ini akan dihadiri massa yang bergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak dan akan dipusatkan di pertigaan Colombo Gejayan.

Poster seruan aksi damai mengundang seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat Yogyakarta untuk mengikuti aksi #GEJAYAN MEMANGGIL, Senin, 23 September 2019 juga beredar melalui WhatsApp.

Baca Juga: Masyarakat Antikorupsi Indonesia Ajukan Uji Materi Revisi UU KPK Pekan Depan 

Humas Aliansi Rakyat Bergerak, Syahdan mengatakan, massa yang turun ke jalan diperkirakan mencapai ribuan orang. Mereka terdiri atas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, masyarakat, dan para pelajar SMA. Dalam aksi itu, massa menyampaikan mosi tidak percaya kepada DPR RI.

“Kami menyatakan mosi tidak percaya kepada DPR dan elite politik karena mereka lah yang bertanggung jawab atas segala permasalahan yang ada di negara ini. Melalui aksi ini, kami ingin memberikan peringatan kepada pemerintah, dan elite politik,” kata Syahdan saat dihubungi Radio MNC Trijaya, Senin (23/9/2019).

Poster seruan aksi damai Gejayan Memanggil yang beredar luas di media sosial. Aksi damai ini digelar Sening siang. (foto: Istimewa)	 

Syahdan mengatakan, pihaknya menggunakan kata Gejayan Memanggil untuk aksi siang nanti karena pada 1998 lalu, Gejayan menjadi saksi perlawanan mahasiswa dan masyarakat Yogyakarta terhadap rezim yang represif. Tahun ini, mereka kembali memanggil mahasiwa dan masyarakat yang resah karena kebebasan dan kesejahteraannya terancam dengan berkumpul di Gejayan.

“Kami melihat Gejayan dulu tahun 1998, baik mahasiswa UGM, UII, dan lain-lain yang ada di Yogyakarta, turun ke jalan. Mungkin sekarang mereka menjadi anggota legislatif maupun eksekutif. Artinya, Gejayan ini menjadi simbol perlawanan atau simbol teguran bagi mereka-mereka yang benar-benar berubah di saat permasalahan Indonesia yang genting pada hari ini,” urainya.

Tahun ini, Gejayan akan kembali menjadi saksi aksi gerakan rakyat di Yogyakarta. Selain itu, lokasi ini dinilai sangat strategis sebagai titik kumpul.

“Kami sepakat berkumpul di sana karena Gejayan sangat strategis sebagai tempat berkumpul mahasiswa dari berbagai universitas, masyarakat umum, pelajar-pelajar SMA yang menyatakan akan ikut aksi dan dan organisasi mahasiswa daerah seperti Riau dan Kalimantan yang korban asap juga turun ke jalan,” tutur dia.

Syahdan mengatakan, dalam aksi Senin siang nanti, massa menuntut tujuh poin penting yang dinilai menjadi permasalahan di Indonesia saat ini. Sesuai dengan poster yang beredar, massa mengkritik pemerintah yang dinilai semakin memojokkan rakyat melalui RKUHP, UU KPK, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, kriminalisasi aktivis di berbagai sektor. Selain itu, pemerintah dinilai tidak serius dalam menangani isu lingkungan dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang tak kunjung disahkan.

Baca Juga: Fahri Hamzah Heran KPK Tetapkan Tersangka padahal Sudah Serahkan Mandat 

“Kami mempunyai tujuh poin, dari RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, UU KPK, RKUHP, isu lingkungan pembakaran hutan, dan RUU PKS yang tak kunjung diselesaikan atau disahkan,” urai dia.

Sebelum berkumpul di Gejayan dan memulai aksi, massa berkumpul di tiga titik lokasi sejak pukul 13.00 WIB. Titik kumpul I di gerbang utama Kampus Sanata Dharma, titik kumpul II di pertigaan revolusi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM).

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini