nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PDIP Harap Calon Menteri Jokowi Tak Bebani Kerja Presiden

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 23 September 2019 06:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 23 337 2108012 pdip-harap-calon-menteri-jokowi-tak-bebani-kerja-presiden-0fdiWKCqbB.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Faozan Amar menegaskan bahwa penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, ia berharap figur yang masuk dalam kabinet memiliki rekam jejak (track record) bagus dan tidak membebani kerja Kepala Negara.

"Kita berharap agar yang mengisi posisi-posisi penting dan strategis pada kabinet baru diisi oleh kader-kader terbaik bangsa yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memadai. Memiliki rekam jejak yang bagus dan tidak akan membebani kerja-kerja Presiden," katanya kepada Okezone, Senin (23/9/2019).

Faozan menerangkan, sumber-sumber kepemimpinan bangsa itu bisa berasal dari partai politik, ormas, TNI/Polri, akademisi, profesional, birokrat dan sebagainya. Menurutnya membangun negara tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi mesti dengan bergotong royong.

"Dan itu sudah dicontohkan oleh para pendiri bangsa dan terus dilestarikan sampai hari ini," jelasnya.

Sementara, p[engamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengimbau Presiden Jokowi memilih figur yang memiliki integritas tinggi dan ahli di bidangnya. Ujang meyakini figur berintegritas tak akan berani 'menggarong' duit rakyat. Sedangkan orang yang ahli akan bekerja secara profesional.

Jokowi dan Menteri Kabinet Kerja I

"Pilih orang yang memiliki integritas tinggi dan ahli. Jika dia berintegritas tinggi tak akan korupsi. Dan jika dia ahli, maka akan bekerja profesional. Seorang menteri yang ahli di bidangnya akan bekerja dengan kualitas yang tinggi," imbuh dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengundang mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif ke Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu lalu. Tokoh bangsa tersebut membahas sosok kader partai yang ideal menduduki kursi menteri di kabinet Indonesia Kerja jilid II.

Buya Syafii menyebut sosok menteri pada kabinet Jokowi jilid II akan banyak berasal dari partai politik yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf dan para akademisi. "Tapi orang-orangnya yang profesional, punya integritas," ungkapnya.

Sekadar mengingatkan, setidaknya ada dua menteri di era Presiden Jokowi yang tersandung kasus dugaan korupsi. Mereka adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Idrus Marham yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos).

Imam yang juga politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsu (KPK) atas kasus dugaan korupsi dana hibah KONI. Sedangkan Idrus Marham yang juga politikus Golkar, telah terbukti bersalah menerima suap dalam kasus PLTU Riau-1.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini