nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua DPR Desak KLHK Bentuk Gugus Tugas untuk Cegah Karhutla

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 22 September 2019 14:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 22 337 2107864 ketua-dpr-desak-klhk-bentuk-gugus-tugas-untuk-cegah-karhutla-6uaBXWZzQO.jpg Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (foto: Sindo)

JAKARTA - Ketua DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membentuk gugus tugas khusus di setiap daerah. Gugug stugas tersebut berfungsi menerapkan upaya dan langkah-langkah preventif mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Potensi Karhutla yang nyaris menjadi rutinitas di Indonesia mestinya bisa diperkecil dengan upaya-upaya preventif yang efektif. Upaya dan langkah-langkah preventif bisa direalisasikan jika ada kemauan baik dan kesungguhan dari semua pihak," kata Bamsoet melalui keterangan resminya, Minggu (22/9/2019).

 Baca juga: Warga Jambi Tak Perlu Panik Soal Langit Merah karena Karhutla

Politikus Golkar tersebut menyingung soal Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2004 untuk pencegahan karhutla. Salah satu poinnya yakni kewenangan daerah untuk menjaga dan melindungi hutan dari pengrusakan dan pembakaran.

"PP ini memberi wewenang kepada sejumlah pihak pada tingkat daerah untuk menjaga atau melindungi hutan dari aksi pengrusakan atau pembakaran hutan untuk tujuan apa pun," ucapnya.

Dengan demikian, kata Bamsoet, PP Nomomr 4 Tahun 2004 ini dapat menjadi pijakan hukum untuk membangun sistem atau mekanisme kerja bersifat preventif. Terpenting adalah kemauan semua pemerintah daerah untuk peduli pada hutan.

 Baca juga: BMKG: Langit Merah di Muarojambi karena Banyaknya Titik Panas dan Asap Tebal

"Dengan peduli, pemerintah daerah bisa menggerakan semua potensi daerah setempat, termasuk masyarakat adat, untuk mencegah aksi pembakaran atau pengrusakan hutan," imbuhnya.

Berangkat dari catatan historis kasus Karhutla, kata mantan Ketua Komisi III ini, Kementerian LHK perlu mengambil inisiatif untuk membentuk gugus tugas pada tingkat daerah yang Tupoksi-nya melakukan atau menerapkan langkah-langkah preventif mencegah Karhutla.

"Kekuatan gugus tugas seperti ini akan sangat ideal jika bersumber dari sinergi antara aparatur sipil pusat dan daerah, TNI/Polri serta masyarakat adat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," katanya.

Menurut Bamsoet, selain mencegah pengrusakan atau pembakaran oleh manusia, sangat penting bagi gugus tugas seperti ini juga berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui kecenderungan cuaca, khususnya dalam periode musim kering atau panas.

"Tentu saja gugus tugas ini patut diperlengkapi dengan peralatan yang memadai agar mampu responsif pada saat dibutuhkan," ujarnya.‎

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini