nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langit di Muarojambi Merah Gelap Akibat Tertutup Asap Karhutla

Azhari Sultan, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 23:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 21 337 2107725 langit-di-muarojambi-merah-gelap-akibat-tertutup-asap-karhutla-Kp1pt1ez7p.jpg Langit gelap merah di Kabupaten Muarojambi akibat tertutup kabut asap karhutla. (Foto: Ist/Twitter)

JAMBI – Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi, terutama di kawasan Puding, Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi, tidak seperti biasanya. Bagaimana tidak, siang hari sudah seperti matahari beranjak senja.

Langit tidak tampak lagi. Situasi yang ada, kepulan debu bercampur kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih belum teratasi.

Baca juga: MUI Keluarkan Fatwa Haram Pembakaran Hutan dan Lahan 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sabtu (21/9/2019), karhutla terjadi di kawasan PT Bara Eka Prima (BEP) dan PT Pesona Belantara Persada (PBP), dan sudah terjadi sejak satu pekan ini.

Ironisnya, kendaraan bermotor yang melintasi jalan tersebut harus menggunakan lampu jauh agar jalan gelap yang dilalui bisa ditembus.

Meski demikian, di tengah kondisi udara yang tidak sehat, Satuan Tugas Karhutla Jambi tidak putus asa berusaha memadamkan api, meski dengan peralatan seadanya.

Hal ini diakui Dandim 0415/Batanghari Letkol Inf J Hadiyanto. Saat dikonfirmasi, ia menegaskan Satgas Karhutla terus berjibaku memadamkan api di lokasi Puding.

Baca juga: Alasan Indonesia Tidak Terima Tawaran Malaysia-Singapura Padamkan Karhutla 

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jambi M Zakir mengakui kondisi di Puding gelap akibat tertutup kabut asap dari kebakaran lahan.

"Ya gelap. Dak bisa kirim foto atau menelepon, sinyalnya dak tersambung," ujarnya singkat.

Dia menambahkan, kebakaran lahan di Puding, Kabupaten Muarojambi, sudah terjadi sejak satu pekan ini. "Kita berharap bisa turun hujan, sehingga kebakaran lahan bisa teratasi," tuturnya.

Sementara Gubernur Jambi Fachrori Umar mengharapkan seluruh pihak terkait dan masyarakat membantu serta terlibat pencegahan karhutla.

"Kami telah memantau dari udara. Tidak terlalu terlihat, tetapi ketika kita berada di lapangan, kita melihat kondisi nyata. Kita berharap segera datang hujan," harapnya.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Lahan Seluas 2 Hektare di Kalsel 

Dia juga mengatakan pemerintah telah melakukan beberapa upaya, termasuk Salat Istisqa untuk meminta hujan, dan akan mengumpulkan pihak perusahaan.

"Kita akan mengumpulkan perusahaan-perusahaan untuk saling bertemu mencari solusi agar kejadian ini tidak terjadi lagi. Kita harus bekerja dan bersinergi untuk mencegah hal ini," papar Fachrori.

Baca juga: 37 Orangutan Terserang ISPA Jalani Perawatan Intensif Akibat Kabut Asap 

Ia menyatakan sudah melibatkan semua pihak, mulai perusahaaan, bupati, wali kota, camat, lurah, sampai tingkat desa.

"Kita harus bersinergi mengatasi permasalahan ini, karena sangat merugikan semua pihak, terutama masyarakat," jelas Fachrori.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini