nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenang Masa Jaya Kota Tua di Padang

Rus Akbar, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 18:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 21 337 2107666 mengenang-masa-jaya-kota-tua-di-padang-N1qZCVtaaX.jpg Pelabuhan Muaro Padang yang menjadi salah satu lokasi kota tua. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

Ketika VOC bertengger di Kota Padang saat itu timbul perlawanan dari masyarakat karena mereka menilai semua harga dari hasil produksi pertanian mereka dibayar dengan murah, akhirnya mereka melakukan perlawanan di pinggir-pinggir kota seperti Pauh dan Koto Tangah.

Pada 7 Agustus 1669, terjadi pergolakan oleh masyarakat yang berpusat di Pauh dan Koto Tangah melawan VOC. Mereka berhasil menguasai Loji-Loji (benteng-benteng) VOC yang terletak di Muaro, Padang. Kemenangan masyarakat menguasai loji-loji VOC tersebut, diabadikan sebagai tahun lahir Kota Padang.

Baca juga: Menapaki Little Netherland, Kota Tua di SemarangĀ 

Kota tua Padang, Gedung De Javasche Bank, sekarang Museum BI. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

Menghadapi kenyataan ini, pada 31 Desember 1799, seluruh kekuasaan VOC diambil alih pemerintah Belanda. Belanda membentuk pemerintahan kolonial Hindia Belanda dan Kota Padang dijadikan sebagai pusatnya. Wilayah Kota Padang dan sekitarnya diberi status Karesidenan atau Kewedanan yang dikepalai oleh seorang Regent atau Demang.

Guna memperkukuh kekuasaannya, maka ditempatkan tokoh dan penghulu di kota itu sebagai bagian pejabat pemerintah kolonial. Mereka diberi atribut, kedudukan dan status sosial tertentu, serta dihormati sebagai aristokrat.

Mereka mendapat hak-hak keistimewaan bergelar ningrat, menguasai lahan-lahan yang kosong untuk dijadikan sumber penghasilan, memperoleh pendidikan yang baik yang difasilitasi oleh pemerintah kolonial tersebut.

Setelah berakhirnya masa VOC yang ditutup karena rugi, pada 20 Mei 1784, Belanda secara resmi mengambil alih Padang dan menjadikannya pusat kedudukan dan pusat perniagaan di wilayah Sumatera. Belanda membangun gudang-gudang untuk menumpuk barang sebelum dikapalkan melalui pelabuhan Muaro Padang yang berada di muara Batang (Sungai) Arau.

Baca juga: Riwayat Kota Tua Solo yang Terpencar di Beberapa LokasiĀ 

Kota tua Padang, Gedung Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

Kawasan inilah yang merupakan kawasan awal Kota Tua Padang. Batang Arau yang berhulu sekira 25 km ke Pegunungan Bukit Barisan merupakan salah satu dari lima sungai di Padang. Sungai ini sangat penting karena posisinya sangat strategis dibanding Batang Kuranji, Batang Tarung, Batang Tandis, dan Batang Lagan.

Status sebagai pusat perniagaan kemudian memacu pertumbuhan fisik kota dan semakin berkembang usai terbangunnya Pelabuhan Emma Haven yang sekarang disebut sebagai Teluk Bayur pada abad 19. Kota ini lebih melesat lagi setelah ditemukannya tambang batu bara di Ombilin, Sawah Lunto/Sijunjung, oleh peneliti Belanda, De Greve, namun sentra perdagangan tetap di Muaro.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini