nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kota Lama Semarang Sebentar Lagi Bebas Kendaraan Usai Direvitalisasi

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 14:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 21 337 2107606 kota-lama-semarang-sebentar-lagi-bebas-kendaraan-usai-direvitalisasi-QWdLaoCVIr.jpg Menapaki Kota Lama Berjuluk Little Netherland, Kawasan Kota Tua di Semarang, Jawa Tengah (foto: iNews/Taufik Budi)

SEMARANG - Kawasan Little Netherland Kota Lama Semarang kian cantik usai revitalisasi tahap I. Pengunjung berdatangan dari berbagai daerah untuk menyaksikan sekaligus berselfie dengan latar belakang kemegahan gedung-gedung kuno bergaya Eropa.

”Komplain terbesar pasca revitalisasi ini adalah dari masyarakat yang datang ke sini untuk berwisata dengan kendaraan bermotor. Ada yang mengeluh tidak dapat parkir, kalau dapat parkir tarif cukup memberatkan,” ungkap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Infografis Kota Tua di Indonesia (foto: Okezone)	 

"Selain itu dari wisatawan yang berjalan-jalan di kawasan Little Netherland ini juga banyak yang merasa terganggu dengan lalu lalang kendaraan, sehingga rasanya perlu untuk diberlakukan Car Free Zone agar lebih nyaman," terang pria yang akrab disapa Hendi tersebut.

"Maka dari itu tantangan besarnya dua untuk membangun kegiatan pariwisata yang berkelanjutan di kawasan Kota Lama ini, yaitu bagaimana pengunjung mudah mendapatkan parkir, dan wisatawan juga dapat berwisata nyaman dengan jalan kaki," tambahnya.

Untuk menjawab tantangan itu, pihaknya berupaya menyiapkan lima kantong parkir untuk menunjang aktivitas pariwisata Kota Lama Little Netherland. "Dalam rencana saya sudah ada 4, yaitu di depan Satlantas, depan Sendowo, bekas PTP, dan bekas Damri. Untuk 1 titik lagi masih dicari yang paling memungkinkan," terang Hendi.

"Kalau saya lihat dari time line kerjanya, mungkin sekitar awal tahun 2020 sudah bisa diterapkan konsep Car Free Zone di sini," tegasnya.

Menapaki Kota Lama yang Berjuluk 'Little Netherland', Kawasan Kota Tuanya Semarang, Jawa Tengah (foto: Okezone/Taufik Budi)	 

Secara detail Hendi menjelaskan nantinya sejumlah kantong parkir yang disiapkan untuk Kota Lama Little Netherland akan dikelola secara resmi oleh Pemerintah Kota Semarang. Dengan pengelolaan langsung oleh jajarannya di Pemerintah Kota Semarang dimaksudnya agar nantinya tarif parkir tidak dapat berlaku sesuai perda, sehingga tidak memberatkan wisatawan.

"Lalu bagaimana dengan sedulur-sedulur yang memarkiri sekarang? Akan direkrut oleh Pemerintah Kota Semarang dan digaji untuk membantu dalam pengelolaan kantong-kantor parkir tersebut nantinya," jawabnya.

Hendi pun menyebut keterlibatan warga, pemilik gedung, dan investor adalah roh dari Kota Lama agar dapat hidup kembali. “Kota Lama kita revitalisasi harus dengan rohnya juga. Rohnya apa? Ya aktivitas usaha ekonomi dan kegiatan sosial masyarakat yang ada di dalamnya,” tandas dia.

Untuk menaruk wisatawan, tak hanya penataan kawasan Kota Lama melainkan juga digelar beragam kegiatan. Di antaranya adalah Festival Kota Lama tahun 2019 yang digelar lebih panjang dari sebelumnya. Bila biasanya hanya dilaksanakan tiga hari, kini menjadi 11 hari.

Harapannya, dapat lebih banyak menarik kunjungan wisatawan ke Kota Semarang. Ditambah lagi pada gelaran ke-8 nya kali ini, Festival Kota Lama mantap mengusung tema Indische Parade menyongsong destinasi wisata dunia, sehingga diharapkan mampu menggaet wisatawan mancanegara.

Menapaki Kota Lama yang Berjuluk 'Little Netherland', Kawasan Kota Tuanya Semarang, Jawa Tengah (foto: Okezone/Taufik Budi)	 

"Banyak hal berbeda yang dapat ditemui pada Festival Kota Lama yang akan diselenggarakan mulai tanggal 12 sampai 22 September nanti, mulai dari infrastrukturnya yang lebih baik, kawasannya yang lebih tertata, penyelenggaraanya yang lebih lama, dan kegiatannya juga yang lebih banyak," jelas Hendi.

"Harapannya pasti mendongkrak kunjungan wisatawan Kota Semarang, apalagi September banyak orang mengatakan sebagai off season, karena itu adanya Festival Kota Lama penting untuk menggerakkan perputaran ekonomi di Kota Semarang," lugasnya.

Di sisi lain, penyelenggaraan Festival Kota Lama dengan hari yang lebih lama juga menjadi uji coba dalam penerapan kebijakan kawasan bebas kendaraan di Kota Lama. Pasalnya dalam penyelenggaraannya, Festival Kota Lama menutup sejumlah jalur kendaraan bermotor. Di antaranya Jalan Kepodang yang ditutup pada 15 September, Jalan Sayangan pada 21 September, dan Jalan Merak, Jalan Letjen Suprapto, serta Jalan Cendrawasih ditutup pada 22 September.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menegaskan penyelenggaraan Festival Kota Lama akan memperkuat atmosfer heritage di kawasan bersejarah itu. Sebab, Festival Kota Lama akan menggunakan sejumlah lokasi ikonik seperti Taman Kota Lama, Gedung Soesman's Kantoor, Monod Diephuis, Gereja Blenduk, Oudetrap, Marabunta, Taman Srigunting, Tekodeko Koffehuis, Jalan Kepodang, dan Jalan Letjen Suprapto.

Sebagai puncak acara di pengujung festival akan digelar Indische Parade. Dalam Indische Parade akan ditampilkan atraksi-atraksi seni dan budaya, komunitas transportasi antik dan beragam busana hasil akulturasi Kota Semarang.

“Alhamdulillah agenda ini disambut baik oleh banyak pihak pemilik bangunan dan komunitas yang ikut serta dalam Festival Kota Lama. Berarti Pemerintah Kota Semarang tidak sendirian, banyak pihak sepakat mewujudkan cita-cita Kota Lama sebagai warisan cagar budaya dunia,” tutur Indriyasari.

Menapaki Kota Lama yang Berjuluk 'Little Netherland', Kawasan Kota Tuanya Semarang, Jawa Tengah (foto: Okezone/Taufik Budi)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini