nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Diminta Jadikan Putra Daerah sebagai Menteri Agar Pembangunan Merata

Herman Amiruddin, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 08:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 21 337 2107568 jokowi-diminta-jadikan-putra-daerah-sebagai-menteri-agar-pembangunan-merata-6qgFk8IIcr.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gunakan Pakaian Adat Sasak dari NTB saat Pidato Kenegaraan DPD-DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (foto: Arif Julianto/Okezone)

MAKASSAR - Joko Widodo-Ma'ruf Amin menjanjikan pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia. Isu pemerataan sendiri sudah dilakukan Jokowi di periode pertama dengan membangun banyak infrastruktur, terutama di wilayah timur Indonesia.

Tokoh Sulawesi Selatan, yang juga Anggota DPD periode 2014-2019 Abdul Aziz Kahar menyarakan agar Jokowi mengangkat putra daerah karena dianggap lebih memahami permasalahan yang tak terjangkau oleh pemerintah pusat.

Baca Juga: Jokowi Undang Buya Syafii Konsultasi soal Menteri 

"Kita butuh banyak pejabat yang punya komitmen kebangsaan yang tinggi dan nasionalis tulen,” katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri memastikan penyusunan Kabinet Kerja Jilid II memiliki komposisi jabatan 45 persen orang-orang dari kader partai politik dan 55 persen lagi dari kalangan profesional.

Ilustrasi (foto: Okezone) 

Komposisi tersebut solah menyiratkan kalangan profesional untuk bisa menarik hati presiden terpilih periode 2019-2014 tersebut. Berbagai pihak, mulai dari berlatar sipil, pengusaha hingga militer menyiratkan keinginan untuk masuk Kabinet Kerja Jilid II.

Kehadiran tokoh Indonesia Timur di susunan kabinet, kata Abdul, hal yang sangat penting karena pembangunan dan keadilan yang merata sangat dibutuhkan Indonesia. Keberadaan mereka diperlukan untuk mempercepat proses pemerataan pembangunan.

Sebagai sesama Putra Sulsel, Abdul Aziz Kahar juga menilai, salah satu keturunan atau cucu Jenderal TNI Andi Muhammad Jusuf Amir atau lebih dikenal dengan nama Jenderal M. Jusuf Menteri Pertahanan dan Keamanan era Pak Harto, Syarifudin Tippe merupakan sosok yang tepat untuk menduduki kursi menteri pertahanan pada Kabinet Jokowi Jilid 2.

Selain karena putra daerah, Abdul Aziz juga melihat kemampuan Tippe meredam konflik di Aceh saat masih menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda Aceh sebagai pertimbangan dirinya menyarankan pendiri Universitas Pertanahan (Unhan) itu sebagai Menhan di Kabinet Kerja Jilid II.

"Selain ada garis keturunan Jenderal M. Jusuf, Syarifudin Tippe mampu menekan dan perlahan-lahan menghilangkan akar konflik di Aceh, dan beliau juga termasuk salah satu juru runding yang handal di Finlandia, bersama dengan rombongan Wapres Jusuf Kalla dan Menkumham, Hamid Awaludin saat itu, Syarifuddin Tippe bukan saja sosok pemikir, namun juga juru runding dan negosiator yang hebat, saya kira pantas kalau didapuk sebagai Menhan,” kata putra Kahar Muzakkar tersebut.

Baca Juga: Sosok Menteri Harus Miliki Tiga Kecerdasan Ini untuk Bantu Jokowi Bangun SDM 

Seperti diketahui, Syarifudin Tippe lahir di Sinjai Sulawesi Selatan, ia merupakan keturunan bangsawan bergelar Andi namun gelar tersebut tidak disematkan di namanya sampai saat ini. Dia mengikuti jejak Kakeknya Jenderal TNI Andi Muhammad Jusuf Amir atau yang lebih dikenal dengan nama Jenderal M. Jusuf.

Sementara itu, Mantan Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono menilai sosok menteri pertahanan haruslah mencerminkan karakteristik masyarakat Indonesia secara umum. Ia pun menegaskan bahwa pilihan menteri menjadi hak prerogatif dari presiden.

"Pilihan menteri itu hak prerogatif presiden. Pokoknya, sosok menhan itu harus mewakili kamu, saya dan semua masyarakat Indonesia," jelas Hendropriyono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini