nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menapaki Little Netherland, Kota Tua di Semarang

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 13:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 21 337 2107561 menapaki-little-netherland-kota-tua-di-semarang-r8wbUssU0b.jpg Menapaki Kota Lama Berjuluk Little Netherland, Kawasan Kota Tua di Semarang, Jawa Tengah (foto: iNews/Taufik Budi)

SEMARANG – Kota Lama Semarang, bukan semata gambaran bangunan-bangunan tua saja. Kawasan ini kaya akan nilai sejarah dan kemegahan gedung-gedung bergaya Eropa yang masih berdiri kokoh. Tak berlebihan jika lokasi ini mendapat julukan 'Little Netherland'.

Kawasan Kota Lama dulunya menjadi pusat perdagangan pada abad 19-20. Awalnya, yang banyak datang ke lokasi tersebut adalah Portugis dan Spanyol. Hingga pada abad 18, Belanda mulai masuk dan menjadikannya sebagai tempat bermukim.

Infografis Kota Tua di Indonesia (foto: Okezone)	 

Untuk mengamankan warga dan wilayahnya, kawasan itu dibangun benteng Vijhoek. Benteng berbentuk segi lima dan pertama kali dibangun di sisi barat Kota Lama Semarang saat ini. Benteng ini hanya memiliki satu gerbang di sisi selatannya dan lima menara pengawas. Masing-masing menara diberi nama Zeeland, Amsterdam, Utrecht, Raamsdonk, dan Bunschoten.

Sementara untuk mempercepat jalur perhubungan antar ketiga pintu gerbang di benteng, dibuat jalan-jalan penghubung dengan jalan utamanya Heeren Straat, yang kini bernama Jalan Letjen Soeprapto. Salah satu lokasi pintu benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok atau disebut De Zuider Por.

Untuk memudahkan pengawasan terhadap segala aktivitas orang China, Pemerintah Belanda memindahkan permukiman Cina pada 1731 di dekat permukiman Belanda. Oleh karenanya, benteng tidak hanya sebagai pusat militer, tetapi juga sebagai menara pengawas terhadap aktivitas orang China.

Luas kawasan ini sekira 31 hektare, dengan kurang-lebih 50 bangunan kuno yang masih berdiri sebagai saksi bisu sejarah Kolonialisme di Semarang. Karakter bangunan di wilayah ini mayoritas bergaya Eropa sekitar tahun 1700-an.

Menapaki Kota Lama yang Berjuluk 'Little Netherland', Kawasan Kota Tuanya Semarang, Jawa Tengah (foto: Okezone/Taufik Budi)	 

Terlihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen identik dengan gaya Eropa. Di antaranya adalah pintu dan jendela berukuran besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, serta bentuk atap yang unik. Terdapat pula ruang bawah tanah.

Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk merawat Kota Lama. Kawasan yang semula kurang terawat direvitalisasi. Perubahan wajah baru Kota Lama Semarang saat ini telah tampak. Revitalisasi tahap I di antaranya menggarap drainase jalan, pemasangan material batu andesit, lampu, dan street furniture mulai terselesaikan.

Revitalisasi mulai dikerjakan pada 2017 dengan dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Kini sebanyak 80% dari 116 bangunan gedung cagar budaya sudah direvitalisasi, melibatkan pihak swasta dan pemilik gedung untuk menggunakan kembali bangunannya menjadi beragam kegunaan.

Revitalisasi juga disertai dengan memanfaatkan gedung-gedung tua di kawasan Kota Lama sebagai kawasan ekonomi dan bisnis. Gedung tua cagar budaya disulap menjadi perkantoran, restoran, kafe, kedai kopi dan tempat wisata.

Menapaki Kota Lama yang Berjuluk Little Netherland, Kawasan Kota Tuanya Semarang, Jawa Tengah (foto: Okezone/Taufik Budi) 

Bangunan lain juga telah disulap menjadi galeri seni dan tempat pameran produk UMKM. Dinas Tata Ruang juga meluncurkan Aplikasi 'Kota Lama Semarang' di Playstore dan Appstore untuk mendukung pelayanan informasi terkait bangunan cagar budaya. Melalui aplikasi tersebut, pengunjung dapat mendapatkan info 116 bangunan cagar budaya di Kota Lama dengan menggunakan QR Code.

"Sedari awal ketika ditanya apa kendala yang akan dihadapi dalam merevitalisasi Kota Lama, saya katakan bahwa hampir seluruh bangunan cagar budaya yang ada adalah milik swasta, termasuk BUMN," jelas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

"Maka ketika hari ini banyak pihak mengatakan Kota Lama berhasil berubah, maka jelas ini bukan kerja pemerintah saja, melainkan semua pihak yang memiliki kesamaan visi dengan kami," lanjut dia.

Pria yang akrab disapa Hendi itu menambahkan, revitalisasi Kota Lama tahap II dijadwalkan akan mulai dikerjakan pada September 2019. Beberapa hal yang digarap antara lain terkait infrastruktur, media literasi museum, serta melanjutkan pengerjaan street furniture di sejumlah titik. Melalui revitalisasi tahap akhir ini, Kota Lama Semarang diharaokan dapat menyandang predikat world heritage UNESCO 2020.

Menapaki Kota Lama yang Berjuluk Little Netherland, Kawasan Kota Tuanya Semarang, Jawa Tengah (foto: Okezone/Taufik Budi)	 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini