nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imam Nahrawi Tersangka, Moreno Buka-bukaan soal Bobroknya Dana Hibah

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 23:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 337 2107499 imam-nahrawi-tersangka-moreno-buka-bukaan-soal-bobroknya-dana-hibah-eHFcFda2EZ.jpg Moreno Suprapto (Foto: Avirista Midaada)

MALANG - Mantan atlet nasional yang kini menjabat sebagai anggota legislatif dari Partai Gerindra Moreno Soeprapto buka-bukaan soal penyaluran dana hibah bagi para atlet. 

"Kalau saya bukan lagi atas nama rakyat, tapi mantan atlet. Saya tahu harus dipotong berapa dulu sampai sekarang masih kayak gitu makanya tidak ada prestasinya," ujar Moreno Soeprapto usai pertemuan Fraksi Gerindra di DPRD Kota Malang, Jumat (20/9/2019) siang.

Ia pun mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membongkar aliran dana hibah yang telah menyeret mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjadi tersangka.

"Bicara dana hibah itu harus betul - betul dibongkar, bukan hanya kasusnya siapa tersangkanya. Tapi ke depan harus betul - betul untuk outcome prestasi dunia olahraga kita," ujar Moreno.

Baca Juga: Jokowi Tunjuk Hanif Dhakiri sebagai Plt Menpora

Anggota DPR RI Komisi X ini juga menyatakan bila pencairan dana hibah seharusnya dilakukan tepat waktu supaya bisa meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

"Bicara dana hibah dan segala macamnya harus bisa tersalurkan tepat waktu, bukan hanya deal - deal-an untuk menguntungkan satu dua pihak bukan untuk pengembangan dan pembinaan atlet berprestasi," katanya.

Imam Nahrawi

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Iman Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK akibat dugaan kasus suap dana hibah KONI. Ia diduga menerima suap Rp26,5 miliar sebagai commitment fee atas pengurusan proposal dana hibah.

Penerimaan uang itu dilakukan sebanyak dua kali. Pertama, Imam diduga menerima uang pada rentan 2014-2018 melalui asisten pribadinya senilai Rp14,7 dan kedua pada medio tahun 2016-2018 sebanyak Rp11,8 miliar.

Atas perbuatannya, Imam disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Baca Juga: KPK Periksa Satu Saksi untuk Tersangka Imam Nahrawi

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini